Kawasan Yudikatif IKN Dikebut, Gedung MA Progres 12,5 Persen
Pembangunan kawasan yudikatif IKN terus dikebut dan ditargetkan rampung 2027, dengan progres Gedung MA 12,5 persen.
Ilustrasi kecelakaan/Ist
Harianjogja.com, KUPANG --Kepala Pos Polisi (Kapospol) Tuapukan, Aipda Stef Pekuali, 40, tewas ditabrak pikap saat dalam perjalanan pulang, setelah menjalani tugas pengamanan pemilu. Aipda Stef Pekuali, anggota Polres Kupang ini sebelumnya meminta izin kepada rekannya karena sakit.
Aipda Stef Pekuali selama masa pengamanan pemilu ditugaskan mengawal kotak suara di panitia pemilihan Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Karena sakit, dia meminta izin kepada rekannya untuk kembali beristirahat ke rumah.
Namun, dalam perjalanan pulang korban yang mengendarai sepeda motornya mengalami kecelakaan dengan sebuah mobil pikap pada Jumat 19 April 2019 sekitar pukul 17.30 Wita. Sepeda motor yang dikendarai ditabrak mobil pikap di Jalan Timor Raya Kilometer 20 persis di depan penjual sasando Desa Oebelo, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang.
Istri korban, Febe Maryanti mengatakan, sejak pagi sudah memiliki firasat buruk. Dia sempat mencium aroma khas suaminya dalam kamar. Beberapa saat kemudian tetangga datang dan menyampaikan kabar duka suaminya yang mengalami kecelakaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Pembangunan kawasan yudikatif IKN terus dikebut dan ditargetkan rampung 2027, dengan progres Gedung MA 12,5 persen.
Di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, layanan pendidikan diperluas melalui sekolah negeri, sekolah kemitraan
Mengenal sejarah Paskibraka yang berawal dari Jogja pada 1946, makna formasi 17-8-45, hingga pembinaan Paskibraka di bawah BPIP.
BNPB mencatat 1.514 bencana terjadi hingga 17 Agustus 2026. Sebanyak 3,7 juta warga terdampak dan 24.883 rumah rusak.
Menjelang Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, sektor pertanian terus menjadi fokus bagi pemerintahan di bawah kepemimpinan Gubernur Ahmad Luthfi
Mengenal sejarah Gedung Agung Jogja, dari era kolonial Belanda hingga menjadi saksi perjuangan kemerdekaan dan pusat agenda kenegaraan.