Pertamina Pastikan Isu Larangan Pertalite Mulai 1 Juni Hoaks
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Rizal Ramli/JIBI/Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JAKARTA--Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik kepemimpinan calon presiden nomor urut 01 petahana Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Jokowi terlalu ingin tahu kinerja bawahannya.
"Niatnya sih baik sekali dan model kepemimpinannya itu hands on, pengin tahu semua, pengin ngikutin semua," komentar Rizal Ramli tentang Jokowi, menjawab pertanyaan Najwa Shihab dalam program Mata Najwa, Rabu (10/4/2019) kemarin.
Namun menurutnya, gaya memimpin Jokowi itu tidak bagus. Rizal Ramli lebih menyukai kemampuan memimpin calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, yang mengakui tidak mengerti ilmu ekonomi.
"Prabowo memiliki kemampuan untuk memimpin. Bahwa dia enggak ngerti banyak hal di dalam bidang ekonomi, beliau ngaku kok. \'Mas Rizal, saya mohon maaf, walaupun bapak saya profesor ekonomi, di meja makan kuliah ekonomi, saya mah dari dulu enggak tertarik. Saya tertariknya sejarah militer, tapi kan ada Mas Rizal buat bantuin saya,\'" ujar Rizal Ramli.
Pakar ekonom ini kemudian memberikan kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai contoh. Menurut Rizal Ramli, cara memimpin seperti itulah yang baik.
"Artinya dia ngerti the delegation of authority. Pemimpin itu penting sekali, kayak zaman Pak Harto lah. Pak Harto kan cuma pimpin sembilan orang," katanya. "Jadi pemimpin itu span of control-nya paling hanya sembilan, sebelas, yang bagus, serahkan ke bawah."
Rizal Ramli mengaku keberatan dengan Jokowi, yang selalu ingin tahu seluruh kinerja orang-orang di bawahnya secara detail, terlebih sering mengadakan rapat, yang menurut Rizal Ramli tidak penting.
"Saya pengalaman Pak Jokowi, Pak Jokowi pengin tahu detail kesemuanya. Rapat kabinet bisa lima sampai tujuh kali seminggu. Itu kan enggak perlu. Ya mungkin mudah-mudahan beliau belajar lah. Setelah ini dia akan kurangi rapat-rapat yang kagak penting," tutur Rizal Ramli.
Pernyataan tersebut ditanggapi oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin Moeldoko. Kepala Staf Kepresidenan Indonesia ini mengungkapkan, Jokowi melakukan hal tersebut agar perintah yang ia berikan dijalankan dengan benar.
"Persoalan kita itu bukan di atas, persoalan kita itu justru di bawah," ujar Moeldoko. "Banyak orang yang mendelegasikan perintah, tetapi karena kurang kontrol, perintahnya itu deviasi ke mana-mana. Jokowi ingin memastikan, \'bener enggak perintah gue ini.\'"
Ia menambahkan contoh gaya kepemimpinan Jokowi dalam mengawasi penanganan kebakaran hutan.
"Suatu saat begini, beliau melihat kebakaran hutan. Wah semuanya bekerja. \'Oke saya pulang.\' Balik. Sepuluh menit lagi, datang ke tempat itu, enggak ada orang," jelas Moeldoko.
"Ini membuktikan bahwa persoalan kita dari bawah. Untuk itu, seorang presiden enggak ada batasan untuk bagaimana memastikan sebuah pekerjaan itu berjalan atau tidak. Kalau enggak jalan, potong kepalanya, selesai," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pertamina memastikan isu larangan Pertalite untuk merek kendaraan tertentu mulai 1 Juni 2026 adalah hoaks dan tidak benar.
Wapres Gibran dorong digitalisasi sekolah di Papua dan NTT. Fokus pada teknologi pendidikan dan peningkatan skill generasi muda.
SPMB Bantul 2026 resmi ditetapkan. Pendaftaran SMP full online dengan sistem RTO, ini syarat, jalur, dan kuotanya.
Hari Jadi Sleman ke-110 berlangsung meriah. Sri Sultan HB X tekankan refleksi dan pelestarian budaya di tengah modernisasi.
Persija menang 3-0 atas Semen Padang di laga terakhir Super League 2026. Gustavo Almeida cetak dua gol, Macan Kemayoran finis ketiga.
Empat mahasiswa Indonesia raih penghargaan di EuroMUN 2026 di Belanda, bukti kualitas generasi muda di level global.