BMKG Ungkap Wilayah yang Berpotensi Hujan di Awal Oktober 2026
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
Rizal Ramli/JIBI/Bisnis Indonesia-Rachman
Harianjogja.com, JAKARTA--Mantan Menko Kemaritiman Rizal Ramli mengkritik kepemimpinan calon presiden nomor urut 01 petahana Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Jokowi terlalu ingin tahu kinerja bawahannya.
"Niatnya sih baik sekali dan model kepemimpinannya itu hands on, pengin tahu semua, pengin ngikutin semua," komentar Rizal Ramli tentang Jokowi, menjawab pertanyaan Najwa Shihab dalam program Mata Najwa, Rabu (10/4/2019) kemarin.
Namun menurutnya, gaya memimpin Jokowi itu tidak bagus. Rizal Ramli lebih menyukai kemampuan memimpin calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, yang mengakui tidak mengerti ilmu ekonomi.
"Prabowo memiliki kemampuan untuk memimpin. Bahwa dia enggak ngerti banyak hal di dalam bidang ekonomi, beliau ngaku kok. \'Mas Rizal, saya mohon maaf, walaupun bapak saya profesor ekonomi, di meja makan kuliah ekonomi, saya mah dari dulu enggak tertarik. Saya tertariknya sejarah militer, tapi kan ada Mas Rizal buat bantuin saya,\'" ujar Rizal Ramli.
Pakar ekonom ini kemudian memberikan kepemimpinan Presiden ke-2 RI Soeharto sebagai contoh. Menurut Rizal Ramli, cara memimpin seperti itulah yang baik.
"Artinya dia ngerti the delegation of authority. Pemimpin itu penting sekali, kayak zaman Pak Harto lah. Pak Harto kan cuma pimpin sembilan orang," katanya. "Jadi pemimpin itu span of control-nya paling hanya sembilan, sebelas, yang bagus, serahkan ke bawah."
Rizal Ramli mengaku keberatan dengan Jokowi, yang selalu ingin tahu seluruh kinerja orang-orang di bawahnya secara detail, terlebih sering mengadakan rapat, yang menurut Rizal Ramli tidak penting.
"Saya pengalaman Pak Jokowi, Pak Jokowi pengin tahu detail kesemuanya. Rapat kabinet bisa lima sampai tujuh kali seminggu. Itu kan enggak perlu. Ya mungkin mudah-mudahan beliau belajar lah. Setelah ini dia akan kurangi rapat-rapat yang kagak penting," tutur Rizal Ramli.
Pernyataan tersebut ditanggapi oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf Amin Moeldoko. Kepala Staf Kepresidenan Indonesia ini mengungkapkan, Jokowi melakukan hal tersebut agar perintah yang ia berikan dijalankan dengan benar.
"Persoalan kita itu bukan di atas, persoalan kita itu justru di bawah," ujar Moeldoko. "Banyak orang yang mendelegasikan perintah, tetapi karena kurang kontrol, perintahnya itu deviasi ke mana-mana. Jokowi ingin memastikan, \'bener enggak perintah gue ini.\'"
Ia menambahkan contoh gaya kepemimpinan Jokowi dalam mengawasi penanganan kebakaran hutan.
"Suatu saat begini, beliau melihat kebakaran hutan. Wah semuanya bekerja. \'Oke saya pulang.\' Balik. Sepuluh menit lagi, datang ke tempat itu, enggak ada orang," jelas Moeldoko.
"Ini membuktikan bahwa persoalan kita dari bawah. Untuk itu, seorang presiden enggak ada batasan untuk bagaimana memastikan sebuah pekerjaan itu berjalan atau tidak. Kalau enggak jalan, potong kepalanya, selesai," tambahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berpotensi hujan pada 2–5 Oktober 2026 meski kemarau panjang masih melanda banyak daerah.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.
Pengguna iPhone 18 Pro dan Pro Max mengeluhkan speaker berbunyi kresek, klik, dan letupan. Penyebabnya belum diketahui.
Prediksi susunan pemain Timnas Indonesia vs Bangladesh. John Herdman berpeluang memakai 3-4-3 untuk mengejar kemenangan dengan selisih gol.
Harta Listyo Sigit dalam LHKPN 2025 mencapai Rp15,34 miliar. Simak rincian tanah, kendaraan, kas, harta bergerak, dan utangnya.
Profil Nurisa Dian Ashrifah, pemanah Indonesia peraih emas Asian Games 2026 setelah mengalahkan Amaya Cojuangco 139-137