Dinhub Banyumas Tertibkan Parkir Berbayar di Minimarket Berjaringan
Dinhub Banyumas menertibkan parkir berbayar di minimarket berjaringan setelah menerima aduan warga. Kebijakan parkir gratis berlaku sejak 1 Oktober 2026.
Ilustrasi hiu./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JEPARA--Puluhan ikan hiu indukan di penangkaran Pulau Menjangan Besar Balai Taman Nasional Karimunjawa (BTNKj), Jawa Tengah mati. Penyebab kematian hiu berusia 40 tahun itu kini masih didalami pihak BTNKj.
Berikut Suara.com merangkum beberapa fakta di balik matinya puluhan ikan hiu di penangkaran BTNKj.
1. Air Keruh Diduga Jadi Penyebab
Matinya puluhan ikan hiu pertama kali ditemukan oleh penjaga keramba di penangkaran milik Minarno atau Cun Ming pada Kamis (7/3/2019) sekitar pukul 5.30 WIB. Dari hasil pengamatan, air di keramba tempat hiu dibudidayakan berwarna kuning atau keruh.
Air kolam yang tercemar itu diduga menjadi penyebab matinya 40 hingga 45 ekor ikan hiu. Dalam kolam itu pun tak hanya ikan hiu saja yang mati, melainkan ada ikan lain seperti badong, kerap dan jenis lainnya.
“Saat itu Hiu yang dijumpai mati sekitar 40 hingga 45 ekor dan dua ekor masih bisa diselamatkan dengan memindahkan ke keramba lainnya,” kata Kepala BTNKj Agus Prabowo.
2. Bangkai Hiu Dibakar
Usai ditemukan mati, hiu-hiu itu pun dikumpulkan di lahan yang luas kemudian dibakar oleh pemiliknya. Pembakaran ikan hiu dilakukan untuk mengantisipasi penyakit yang ditimbulkan dari bangkai ikan hiu.
Namun, sebelum dibakar, pemiliknya yakni Cun Ming mengambil sampel air dan daging hiu untuk diteliti di laboratorium ikan di Jepara. Sehingga penyebab kematian ikan hiu secara mendadak dan massal itu dapat terungkap.
3. Ditangani Polisi
Usai penemuan puluhan ikan hiu mati mendadak, Cun Ming langsung melaporkan hal ini ke pihak berwajib. Fenomena matinya puluhan ikan di zona budidaya BTNKj pun menjadi perhatian serius.
Pihak kepolisian memastikan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap fenomena ini. Hingga kini pihak kepolisian belum bisa menyimpulkan penyebab kematian hiu secara mendadak.
“Jika ditemukan adanya hal mencurigakan atas matinya ikan maka pengusutan dapat ditingkatkan menjadi penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Jawa tengah Kombes Agus Triatmadja.
4. Wisata Ditutup
Penangkaran ikan hiu di kawasan BTNKj awalnya dijadikan sebagai tempat wisata. Para wisatawan yang hadir di tempat itu bisa menikmati berenang bersama puluhan ikan hiu.
Namun sejak 8 Juni 2018, melalui surat Kepala Balai Nomor S.182/T.34/TU/GKM/6/2018, memerintahkan kepada pemilik untuk menghentikan kegiatan wisata alam di lokasi tersebut. Pasalnya, tempat wisata ini pernah menelan korban wisatawan yang digigit oleh ikan hiu saat berenang bersama hiu jinak.
“Sekarang ditutup, atraksi ini pernah menyebabkan korban yakni pada 13 Maret 2016, seorang pengunjung bernama Nur Madina asal Jogja mengalami gigitan pada saat berenang,” ungkap Agus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Dinhub Banyumas menertibkan parkir berbayar di minimarket berjaringan setelah menerima aduan warga. Kebijakan parkir gratis berlaku sejak 1 Oktober 2026.
Investor pasar modal DIY mencapai 332.912 pada Agustus 2026, tumbuh 22,33% secara tahunan. BEI DIY menargetkan 75.000 investor baru.
Mentan Amran menyiapkan 2 juta hektare rawa mineral untuk pangan. Tahap awal, pemerintah akan menggarap 500.000 hektare bersama TNI.
PJT II segera memulai proyek PLTS terapung 100 MW di Waduk Jatigede. Proyek Jatiluhur berkapasitas 80 MW masih dalam studi kelayakan.
BKPM mencabut IUP PT Kristalin Ekalestari di Papua setelah ditemukan pembukaan lahan tambang di kawasan hutan tanpa persetujuan kehutanan.
Pemkab Temanggung mengalokasikan Rp6,9 miliar untuk pembangunan jaringan irigasi air tanah di empat lokasi yang ditargetkan rampung akhir 2026.