BPOM Bongkar Obat Palsu Codrela dan Trivam, Bahaya Mengintai
BPOM temukan obat palsu Codrela dan Trivam Fliege. Tak terdaftar, berbahaya, dan beredar luas di marketplace.
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan 48 juta keluarga terdaftar dalam Perlinsos Digital hingga akhir 2026. Program ini digunakan untuk mendata ulang penerima bantuan sosial (bansos) sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat yang membutuhkan untuk mengajukan diri sebagai calon penerima bantuan.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan, lebih dari 13,2 juta keluarga telah terdaftar dalam Perlinsos Digital. Pendaftaran dilakukan secara mandiri maupun dengan pendampingan agen.
“Target kita paling tidak di akhir tahun nanti sudah ada 48 juta keluarga yang sudah registrasi di Perlinsos Digital kita,” kata Gus Ipul dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (24/10/2026).
Jumlah Agen Perlinsos yang telah bergabung mencapai 816.674 orang. Kemensos berharap keberadaan para agen dapat memperluas jangkauan pendataan dan membantu masyarakat mengakses layanan tersebut.
Perlinsos Digital Bukan Jaminan Mendapat Bansos
Menurut Gus Ipul, Perlinsos Digital dikembangkan untuk memperkuat pendataan penerima bansos. Proses registrasi ulang melengkapi data berbasis nama dan alamat dengan penggunaan biometrik atau pengenalan wajah.
“Intinya adalah kita ingin meregistrasi ulang seluruh penerima bansos. Kita lakukan registrasi ulang, cek ulang,” jelasnya.
Selain memperbarui data penerima yang sudah terdaftar, sistem tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat yang membutuhkan untuk mengajukan diri memperoleh bantuan sosial.
“Kemudian yang kedua, kita juga membuka kesempatan kepada seluruh masyarakat untuk mengajukan diri memperoleh bantuan sosial. Jadi kita meregistrasi ulang, sekaligus memberikan kesempatan masyarakat untuk daftar,” katanya.
Gus Ipul menegaskan, pendaftaran tidak serta-merta membuat seseorang langsung menerima bansos. Penentuan kelayakan calon penerima dilakukan melalui sistem berdasarkan data yang dimasukkan.
“Sekali lagi yang akan menyatakan layak atau tidak, itu adalah sistem. Yang penting kita masukkan apa adanya,” tegas Gus Ipul.
Karena itu, perangkat wilayah, operator data, pendamping sosial, pemerintah daerah, hingga Kemensos memiliki tanggung jawab untuk memastikan data masyarakat dimasukkan secara jujur.
“Yang benar, kita semua berkewajiban untuk bisa memasukkan data apa adanya kepada sistem, termasuk para wartawan. Mari kita bantu keluarga terdekat dulu, tetangga terdekat dulu, agar tidak ada yang tertinggal, tidak ada yang terlewat,” ajak Gus Ipul.
Ratusan Ribu Orang Bergabung Jadi Agen Perlinsos
Gus Ipul menjelaskan, masyarakat dapat mendaftarkan diri sebagai agen melalui Portal Perlinsos. Setelah mengikuti pengisian data dan verifikasi biometrik, agen dapat membantu warga di sekitarnya melakukan pendaftaran.
Berdasarkan perincian yang disampaikan Gus Ipul, sebanyak 176.755 agen berasal dari masyarakat umum, 123.769 orang dari unsur pegawai pemerintah daerah, dan 42.018 orang merupakan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Sementara itu, jumlah RT dan RW yang tercatat mencapai 48.676 orang.
Dia berharap jumlah keluarga yang terdaftar terus bertambah seiring dengan meningkatnya jumlah agen dan meluasnya pendampingan masyarakat.
Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa kegiatan Agen Perlinsos bersifat sukarela. Para agen tidak menerima bayaran dan tidak diperbolehkan meminta pungutan kepada masyarakat.
“Agen Perlinsos itu juga tidak mendapatkan bayaran dan tidak boleh meminta bayaran kepada siapa pun. Jadi benar-benar relawan,” tegasnya.
Lebih dari 31 Juta Keluarga Dimutakhirkan Datanya
Pengembangan Perlinsos Digital berjalan beriringan dengan pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Gus Ipul menyampaikan, lebih dari 31 juta keluarga telah dimutakhirkan datanya.
Partisipasi masyarakat dalam proses pemutakhiran tersebut juga tercatat melalui 641.222 usulan dan 84.281 sanggahan. Menurut Gus Ipul, keterlibatan masyarakat dalam menyampaikan sanggahan menjadi salah satu sumber informasi penting bagi Kemensos.
“Saya bergembira, terima kasih sekali. Sudah ada masyarakat yang mau menyanggah, tentu ini merupakan informasi yang penting buat kami,” ujarnya.
Melalui keterlibatan masyarakat umum, pemerintah daerah, dan pendamping sosial, Kemensos terus memperluas pendataan untuk mencapai target registrasi pada akhir 2026.
Gus Ipul mengajak masyarakat membantu keluarga dan tetangga yang membutuhkan pendampingan agar dapat mengakses layanan Perlinsos Digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Veda Ega Pratama mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang meraih pole position Grand Prix setelah tercepat di kualifikasi Moto3 Australia 2026.
Kemenperin menonaktifkan sementara SIINas dan situs kementerian hingga 25 Oktober 2026 untuk memitigasi risiko keamanan siber PHP2Shell.
Djarot Saiful Hidayat menyampaikan pesan Megawati tentang politik sebagai kehidupan dalam kaderisasi 64 kader PDIP Kota Jogja di Kaliurang.
Suraji meninggal setelah dirawat intensif di RSUD Dr Soetomo. Korban meninggal akibat kebakaran di kawasan Bromo kini menjadi enam orang.
Danantara telah merampingkan 364 perusahaan dan menargetkan 700 perusahaan hingga akhir Desember 2026 untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.