Sejuta Orang Teken Petisi Pecat Senator Sayap Kanan Australia

Newswire
Newswire Senin, 18 Maret 2019 17:17 WIB
Sejuta Orang Teken Petisi Pecat Senator Sayap Kanan Australia

Brenton Tarrant didakwa atas pembunuhan sehubungan dengan serangan masjid,saat penampilannya di Pengadilan Distrik Christchurch, Selandia Baru 16 Maret 2019./Reuters

Harianjogja.com, JOGJA--Lebih dari satu juta orang menandatangani petisi pemecatan senator Fraser Anning dari Parlemen Australia. Musababnya adalah pernyataan Fraser yang menuduh meningkatnya jumlah imigran muslim sebagai akar di dua masjid di Selandia Baru, Jumat (15/3/2019) pekan lalu.

Petisi Pecat Fraser Anning dari Parlemen dimulai di change.org --landasan petisi terbesar di dunia-- oleh seorang ahli syaraf Kate Ahmad.

Tindakan itu dilakukan setelah Anning menganggap imigrasi orang Muslim menjadi penyebab serangan teroris di Christchurch, Selandia Baru, tempat 50 orang meninggal ketika teroris Brenton Harrison Tarrant menembaki orang yang sedang Salat Jumat di Masjid Al Noor dan Linwood.

"Penyebab sesungguhnya pertumpahan darah di jalanan Selandia Baru hari ini ialah program imigrasi, yang mengizinkan fakatik Muslim bermigrasi ke Selandia Baru," demikian pernyataan Anning.

Anning kemudian ditimpuk telur pada Sabtu (16/3/2019) oleh seorang remaja yang bernama Will Connolly terkait pernyataan antiimigrannya tersebut.

Petisi itu mengecam pernyataan antiimigran oleh Anning dan menyerukan pemerintah Australia agar membantu menunut pengunduran diri Anning dari kursi senator independen

"Pandangan Senator Fraser Anning tak memiliki tempat di pemerintah negara kita yang demokratis dan banyak budaya. Di dalam ikatan hukum Australia, kami meminta ia didorong agar mundur dari posisinya sebagai Senator, dan jika layak, diselidiki oleh lembaga penegak hukum karena ia mendukung terorisme sayap-kanan," demikian antara lain isi petisi tersebut sebagaimana dikutip Anadolu.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat juga mengecam pernyataan Anning, dan mengatakan di Twitter, "Pernyataan oleh Senator Fraser Anning --yang menyalahkan serangan pembunuhan oleh seorang teroris ekstremis perusuh sayap-kanan di Selandia Baru pada imigrasi-- menjijikkan. Pandang itu tak memiliki tempat di Australia, apalagi di Parlemen Australia."

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online