Muktamar NU 35 Diwarnai Adu Jotos, Gus Yahya Minta Massa Tetap Tenang
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Ilustrasi imunisasi./Harian Jogja-Desi Suryanto
Harianjogja.com, JAKARTA--Kementerian Kesehatan mencatat capaian cakupan imunisasi campak dan rubela di seluruh Indonesia telah mencapai 87,33%.
Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono mengatakan cakupan imunisasi campak dan rubella di semua kabupaten/kota di Jawa rata-rata di atas 100%. Cakupan imunisasi yang tinggi menjadikan kasus campak dan rube la di Jawa menjadi rendah.
"World Health Organization apresiasi capaian tersebut. Secara totalitas untuk Indonesia meski belum 95 persen, tapi dalam periode dua tahun mencapai 87,33 persen patut diapresiasi," kata Anung dikutip, Rabu (9/1/2019).
Dia berujar data cakupan imunisasi campak dan rubela itu bersifat dinamis. Kemenkes masih menerima laporan cakupan imunisasi dari daerah.
Cakupan imunisasi di luar Jawa keseluruhan baru mencapai 72,79%. Bahkan secara rinci masih ada provinsi dengan cakupan kurang dari 50%, yakni Aceh, Sumatra Barat, dan Riau. "Tetap kami masih ada 71 kabupaten/kota yang cakupannya di bawah 50 persen, yang paling rendah adalah Provinsi Aceh," katanya.
Untuk meningkatkan cakupan imunisasi campak dan rubela di luar Jawa, Kemenkes meminta kepala daerah yang wilayah cakupan imunisasinya rendah untuk lebih meningkatkan lagi upaya cakupan imunisasi. Selain itu, dilakukan juga penguatan surveilan penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I).
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat P2P pada 15 Januari 2018 kasus campak dan rubella (Januari-Juli 2017) terbilang tinggi. Setelah dilakukan imunisasi, jumlah kasus campak dan rubela menurun drastis.
Pada Januari dan Juli 2017, kasus campak di Januari mencapai 449 orang dan rubela mencapai 147 orang. Selain itu, kasus campak pada Juli 2017 mencapai 98 orang dan rubella mencapai 143 orang.
Kemudian penurunan kasus mulai terjadi pada Agustus hingga Desember. Misalnya pada Agustus, kasus campak mencapai 52 orang dan rubela 34 orang, sementara pada Desember kasus campak hanya enam orang dan rubela hanya tiga orang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Gus Yahya meminta massa aksi di Muktamar NU ke-35 tetap tenang dan tidak mengganggu persidangan. Ia juga bicara soal Gus Yusuf.
Marc Marquez juara MotoGP Aragon 2026 dan naik ke posisi kedua klasemen. Ia kini hanya tertinggal 20 poin dari Jorge Martin.
Presiden Prabowo dijadwalkan menghadiri penutupan Muktamar ke-35 NU di Jombang, Senin (31/8/2026), setelah membuka muktamar pada Kamis.
DPRD DIY menyoroti perubahan desil DTSEN yang dinilai dapat mengancam bantuan warga miskin dan meminta verifikasi data diperkuat.
PQN Jateng 2026 mencatat 33.087 transaksi QRIS senilai Rp149,78 juta. Edukasi digital menyasar kampus, sekolah hingga transportasi.
DPRD Sleman mendorong pembudidaya ikan beralih dari cara tradisional ke teknologi untuk meningkatkan produktivitas di tengah keterbatasan lahan.