Komdigi Sebut 200 Ribu Anak Indonesia Terpapar Judi Online
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Gunung Anak Krakatau. /Ist- BNPB via Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Lampung masih terus terjadi. Gunung ini hampir tiap hari meletus. Kamis kemarin tercatat terjadi 37 kali letusan dan 42 kali gempa hembusan dan tremor menerus. Kemudian pada dini hari hingga pagi tadi ada 13 kali letusan. Masyarakat diminta tetap tenang.
Pada letusan kemarin terpantau asap kawah bertekanan sedang-kuat, warna putih, kelabu dan hitam, intensitas tebal menyembur setinggi 2.000 meter dari puncak kawah.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bahwa Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga atau level III. “Daerah berbahaya di dalam radius 5 kilometer. Masyarakat diimbau tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Jalur pelayaran Merak-Bakaheuni aman. Tidak terpengaruh letusan,” katanya melalui akun Twitter @Sutopo_PN, Jumat (4/1/2019).
Sutopo mengunggah sebuah grafik histogram kegempaan Gunung Anak Krakatau lalu menjelaskan maksudnya bahwa selalu ada jeda waktu istirahat beberap hari kemudian meletus beruntun dari Gunung Anak Krakatau. Jika ada letusan baru, itu sudah perilaku Gunung Anak Krakatau. PVMBG terus memantau aktivitas vulkanik GAK.
“Gunung Anak Krakatau tidak akan meletus seperti ibunya (Gunung Krakatau) tahun 1883. Jika ditemukan ada retakan saat ini. Itu wajar pada gunungapi pascaletusan. Percayakan pada PVMBG selaku otoritas pemantau gunungapi. Mereka punya alat, SDM, ilmu dan pengalaman,” ujar Sutopo.
3) Lihat grafik ini. Selalu ada jeda waktu istirahat beberap hari kemudian meletus beruntun dari Gunung Anak Krakatau. Jika ada letusan baru, itu sudah perilaku Gunung Anak Krakatau. PVMBG terus memantau aktivitas vulkanik GAK. pic.twitter.com/avC65huBVJ
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) January 3, 2019
Tahun 1883, tiga gunung api di Selat Sunda yakni Gunung Rakata, Gunung Danan dan Gunung Perbuatan meletus bersamaan. Letusannya besar dan menimbulkan tsunami besar setinggi 36 meter. Lalu gunungnya hilang. Tahun 1927, muncul Gunung Anak Krakatau. “Tidak mungkin letusan GAK akan sama tahun 1883.”
Sementara hari ini pukul 09.39 WIB, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi. Sutopo menjelaskan bahwa tinggi kolom abu dalam erupsi tadi teramati lebih kurang 1.500 meter di atas puncak. Kolom abu putih hingga kelabu. Masyarakat atau wisatawan dilarang mendekati kawah dalam radius 5 kilometer dari kawah.
5) Tahun 1883, tiga gunung di Selat Sunda (G.Rakata, G.Danan. G.Perbuatan) meletus bersamaan. Letusanny besar dan menimbulkan tsunami besar setinggi 36 meter. Lalu gunungnya hilang. Lalu 1927 muncul Gunung Anak Krakatau (GAK). Tidak mungkin letusan GAK akan sama tahun 1883. pic.twitter.com/qOynKSd7ed
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) January 3, 2019
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Manchester City punya rekor impresif di Wembley jelang final Piala FA 2025/2026 melawan Chelsea. Guardiola catat 15 kemenangan dari 23 laga.
Kebiasaan pagi sederhana seperti minum air putih dan menunda kopi ternyata dapat membantu menjaga kesehatan jantung dan menurunkan risiko serangan jantung.
Google resmi memperkenalkan Googlebook, laptop berbasis Gemini AI yang digadang menjadi penerus Chromebook.
Virgoun dan Lindi Fitriyana dikaruniai anak laki-laki bernama Perfexio Muthmain Virgoun pada 14 Mei 2026.
Wuling Binguo Pro tembus 30.000 pesanan sebelum resmi meluncur. Harga murah dan fast charging jadi daya tarik utama.