Kemenpar Perketat Keselamatan Wisatawan di Kawasan Gunung Api
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
Gunung Anak Krakatau. /Ist- BNPB via Suara.com
Harianjogja.com, JAKARTA – Aktivitas kegempaan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Lampung masih terus terjadi. Gunung ini hampir tiap hari meletus. Kamis kemarin tercatat terjadi 37 kali letusan dan 42 kali gempa hembusan dan tremor menerus. Kemudian pada dini hari hingga pagi tadi ada 13 kali letusan. Masyarakat diminta tetap tenang.
Pada letusan kemarin terpantau asap kawah bertekanan sedang-kuat, warna putih, kelabu dan hitam, intensitas tebal menyembur setinggi 2.000 meter dari puncak kawah.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bahwa Gunung Anak Krakatau masih berstatus Siaga atau level III. “Daerah berbahaya di dalam radius 5 kilometer. Masyarakat diimbau tenang dan meningkatkan kewaspadaan. Jalur pelayaran Merak-Bakaheuni aman. Tidak terpengaruh letusan,” katanya melalui akun Twitter @Sutopo_PN, Jumat (4/1/2019).
Sutopo mengunggah sebuah grafik histogram kegempaan Gunung Anak Krakatau lalu menjelaskan maksudnya bahwa selalu ada jeda waktu istirahat beberap hari kemudian meletus beruntun dari Gunung Anak Krakatau. Jika ada letusan baru, itu sudah perilaku Gunung Anak Krakatau. PVMBG terus memantau aktivitas vulkanik GAK.
“Gunung Anak Krakatau tidak akan meletus seperti ibunya (Gunung Krakatau) tahun 1883. Jika ditemukan ada retakan saat ini. Itu wajar pada gunungapi pascaletusan. Percayakan pada PVMBG selaku otoritas pemantau gunungapi. Mereka punya alat, SDM, ilmu dan pengalaman,” ujar Sutopo.
3) Lihat grafik ini. Selalu ada jeda waktu istirahat beberap hari kemudian meletus beruntun dari Gunung Anak Krakatau. Jika ada letusan baru, itu sudah perilaku Gunung Anak Krakatau. PVMBG terus memantau aktivitas vulkanik GAK. pic.twitter.com/avC65huBVJ
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) January 3, 2019BACA JUGA
Tahun 1883, tiga gunung api di Selat Sunda yakni Gunung Rakata, Gunung Danan dan Gunung Perbuatan meletus bersamaan. Letusannya besar dan menimbulkan tsunami besar setinggi 36 meter. Lalu gunungnya hilang. Tahun 1927, muncul Gunung Anak Krakatau. “Tidak mungkin letusan GAK akan sama tahun 1883.”
Sementara hari ini pukul 09.39 WIB, Gunung Anak Krakatau juga mengalami erupsi. Sutopo menjelaskan bahwa tinggi kolom abu dalam erupsi tadi teramati lebih kurang 1.500 meter di atas puncak. Kolom abu putih hingga kelabu. Masyarakat atau wisatawan dilarang mendekati kawah dalam radius 5 kilometer dari kawah.
5) Tahun 1883, tiga gunung di Selat Sunda (G.Rakata, G.Danan. G.Perbuatan) meletus bersamaan. Letusanny besar dan menimbulkan tsunami besar setinggi 36 meter. Lalu gunungnya hilang. Lalu 1927 muncul Gunung Anak Krakatau (GAK). Tidak mungkin letusan GAK akan sama tahun 1883. pic.twitter.com/qOynKSd7ed
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) January 3, 2019
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
Kemenpar memperkuat keselamatan wisatawan di kawasan gunung api melalui pemetaan risiko, SOP, infrastruktur mitigasi, dan kompetensi pemandu.
BGN mengeluarkan 1.653 satuan pendidikan dari penerima MBG. Sekolah internasional dan yang dinilai mampu menjadi bagian dari sasaran.
Film Verity menghadirkan misteri psikologis tentang ghostwriter yang menemukan naskah rahasia milik novelis terkenal yang mengalami kecelakaan.
SM Entertainment mengambil langkah hukum terhadap konten AI ilegal yang menargetkan Yoona serta unggahan jahat yang menyerang Winter aespa.
Bau toilet yang membandel bisa dipicu bakteri hingga kebocoran kloset. Simak 7 cara menghilangkan bau toilet secara efektif di rumah.
Ukuran sepatu yang sama belum tentu terasa pas. Simak faktor yang membuat ukuran sepatu berbeda meski angka pada label serupa.