KKP Genjot Kampung Nelayan Merah Putih, Perkuat Hilirisasi Perikanan

Newswire
Newswire Jum'at, 15 Mei 2026 05:37 WIB
KKP Genjot Kampung Nelayan Merah Putih, Perkuat Hilirisasi Perikanan

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Saktu Wahyu Trenggono. /Instagram-swtrenggono

Harianjogja.com, JAKARTA—Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperkuat hilirisasi perikanan sekaligus meningkatkan kesejahteraan nelayan di berbagai daerah pesisir Indonesia.

Saat mengunjungi salah satu unit pengolahan ikan (UPI) di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Kamis (14/5/2026), Trenggono menyampaikan KNMP dirancang sebagai ekosistem perikanan terintegrasi yang menghubungkan aktivitas nelayan di sektor hulu dengan rantai dingin, industri pengolahan, hingga akses pasar.

“Kalau kampung nelayan merah putih ini berjalan, saya jamin kualitas produknya bagus karena rantai penanganannya dibenahi dari awal. Industri pengolahan juga akan lebih mudah menyerap hasil tangkapan nelayan,” ujar Trenggono dalam siaran pers Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dikutip di Jakarta.

Menurut Trenggono, persoalan utama sektor perikanan nasional saat ini bukan berada di sektor hilir ataupun pasar, melainkan pada pembenahan sektor hulu yang meliputi produksi, penanganan hasil tangkapan, hingga penguatan ekosistem nelayan.

“Yang jadi soal sekarang ini bukan hilir kalau di perikanan, tapi soal pembenahan hulunya. Maka dari itu pemerintah lagi membenahi sektor hulu melalui program KNMP,” katanya.

KKP menargetkan pembangunan lebih dari 1.000 Kampung Nelayan Merah Putih pada 2026 yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Sementara itu, tahun 2025 menjadi tahap awal pelaksanaan program dengan target pembangunan 100 titik dan sebanyak 65 lokasi di antaranya diklaim telah rampung 100 persen.

Kepulauan Riau disebut menjadi salah satu wilayah prioritas pengembangan KNMP karena memiliki karakteristik wilayah kepulauan, aktivitas perikanan yang tinggi, serta posisi strategis dekat jalur perdagangan internasional.

Beberapa lokasi KNMP yang tengah dikembangkan di wilayah tersebut berada di Natuna dan Batam.

Program Kampung Nelayan Merah Putih dikembangkan menggunakan konsep berbasis klaster yang menghubungkan kawasan nelayan dengan sentra distribusi, pelabuhan perikanan, unit pengolahan ikan, hingga pasar ekspor.

Dengan sistem tersebut, hasil tangkapan nelayan diharapkan dapat ditangani lebih baik sejak proses pendaratan ikan sampai masuk ke rantai distribusi dan pengolahan sehingga kualitas hasil tangkapan tetap terjaga.

Trenggono menegaskan pemerintah ingin memastikan sumber daya perikanan nasional mampu memberikan manfaat ekonomi sebesar-besarnya bagi nelayan lokal dan masyarakat pesisir.

“Program kampung nelayan merah putih ini peluang besar. Daerah harus aktif menangkap peluang itu supaya manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat nelayan,” ujarnya.

Pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sektor perikanan nasional sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sistem distribusi, pengolahan, dan pemasaran hasil laut yang lebih terintegrasi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online