Pertamina Siapkan Perampingan Anak Usaha Sesuai Perintah Prabowo
Pertamina mengungkap program streamlining anak usaha yang telah dilakukan pada semester I/2026 setelah mendapat arahan Presiden Prabowo.
Ketum PP Muhammadiyah Haedar Nasir./Suara Muhammadiyah
Harianjogja.com, JAKARTA- Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah yang juga pendiri PAN Amien Rais sempat menyebutkan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir melakukan politik praktis. Ketua PP Muhammadiyah Bidang Pustaka dan Informasi, Dadang Kahmad membantah tudingan tersebut.
Amien Rais sempat menuding Haedar serta Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu\'ti memanggil salah satu kandidat calon Ketua PP Pemuda Muhammadiyah dan memintanya menang.
Menurut Dadang, Haedar Nashir tidak mungkin melakukan hal tersebut. Pasalnya, saat acara Muktamar Pemuda Muhammadiyah, Haedar hadir hanya untuk mengisi sambutan pada sesi pembukaan.
"Bagi saya karena di lapangan tidak mungkin ketum bermain seperti itu, kecuali yang saya tahu hadirnya pada waktu pembukaan, pembukaan kan normal ya dibuka oleh ketum," ujar Dadang kepada Suara.com, Kamis (29/11/2018).
Bagi Dadang, tidak mungkin Haedar ikut campur atau bahkan mengatur proses pemilihan ketua Pemuda Muhammadiyah. Hal itu didasari oleh pandangan Dadang yang menilai pribadi Haedar sebagai pemimpin yang moderat.
"Tidak mungkin [Haedar] begitu, karakter pak Haedar itu karakter orang moderat, orang yang siapapun terpilih yah itu bagus, kalau saya tahu pribadinya beliau seperti itu," kata Dadang.
Atas tudingan Amien Rais, Dadang tak mau ambil pusing. Sebab ia menilai tudingan itu sebagai perspektif politisi.
"Beliau [Amien Rais] kan punya kepentingan karena beliau adalah salah satu politikus. Dia kan Ketua Dewan Kehormatan PAN, jadi kalaupun dia ngomong-ngomong gitu dalam kapasitasnya politikus ya, mungkin dalam persepektif beliau seperti itu," papar Dadang.
Tudingan Amien Rais yang mengarah ke Haedar Nashir juga tidak akan mempengaruhi kondisi internal di PP Muhammadiyah.
"Insyaallah karena orang Muhammadiyah itu kan sudah cerdas, mereka pendidikannya sudah rata-rata bagus, kelas menengah, sudah bisa memilih dan memilah," pungkas Dadang.
Untuk diketahui, Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Amien Rais mengatakan bahwa Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir telah berpolitik praktis.
Pernyataan tersebut dikatakannya untuk menanggapi pernyataan Haedar Nashir yang sebelumnya menyatakan Muhammadiyah tidak akan berpolitik praktis.
"Dia [Haedar Nashir] sudah berpolitik praktis jelas sekali," kata Amien Rais di sela acara silaturahmi Prabowo Subianto dengan warga Muhammadiyah di Sleman, Rabu (28/11/2018).
Mantan Ketua MPR RI ini memberi contoh politik praktis yang dilakukan oleh Haedar.
"Pada saat Muktamar Pemuda Muhammadiyah, misalnya dia [Haedar Nashir] dengan Abdul Mu\'ti [Sekretaris Umum PP Muhammadiyah] memanggil calon ketua Pemuda Muhammadiyah yang diinginkan. Dipanggil kemudian berpesan kalau bisa kamu harus menang. Ini apa tidak berpolitik praktis," ungkap Amien.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Pertamina mengungkap program streamlining anak usaha yang telah dilakukan pada semester I/2026 setelah mendapat arahan Presiden Prabowo.
BGN membuka kanal khusus bagi guru untuk melaporkan keluhan, temuan, dan pengaduan terkait pelaksanaan Program MBG di sekolah.
Sebanyak 212 orang berhasil dievakuasi dari kebakaran KMP Putri Yasmin di Selat Lombok. SAR melanjutkan pencarian pada Kamis.
Heatstroke dapat mengancam nyawa saat cuaca panas. Kenali gejala, pertolongan pertama, dan kelompok yang lebih rentan mengalaminya.
Djumari, 76, meninggal saat tadarus Al-Qur'an di Masjid Nurul Huda Semarang. Detik-detik kepergiannya terekam CCTV dan viral.
Polisi menangkap dua orang terkait dugaan penistaan agama di The Sounds Project Ancol. Enam saksi telah diperiksa.