Muhammadiyah Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja

Newswire
Newswire Jum'at, 24 April 2026 20:27 WIB
Muhammadiyah Gandeng BPJS Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Pekerja

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir (kanan) bersama Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Saiful Hidayat (kiri) saat penandatanganan nota kesepahaman dan kerja sama strategis di Kantor PP Muhammadiyah, Jogja, Jumat (24/4/2026). Ist/muhammadiyah

Harianjogja.com, JOGJA — BPJS Ketenagakerjaan memperkuat sinergi lintas sektor dengan menggandeng Pengurus Pusat Muhammadiyah melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang digelar di Jogja, Jumat (24/4/2026). Kolaborasi ini ditujukan untuk memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan secara inklusif dan berkelanjutan.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat bersama Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir. Kerja sama ini tidak hanya menyasar pekerja di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga menjangkau ekosistem yang lebih luas, termasuk pekerja rentan dan pelaku usaha kecil.

Saiful Hidayat menegaskan bahwa Muhammadiyah memiliki jaringan sosial yang kuat hingga ke tingkat akar rumput, sehingga kolaborasi ini dinilai strategis dalam memperluas literasi dan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Kerja sama ini kami arahkan untuk memperluas perlindungan, tidak hanya di lingkungan Muhammadiyah, tetapi juga seluruh ekosistemnya, termasuk pekerja rentan dan UMKM,” ujar Saiful.

Ia menambahkan, kerja sama ini juga mencakup penguatan layanan tambahan, pengembangan literasi keuangan pekerja, hingga peluang kolaborasi di sektor investasi yang akan dikaji bersama sesuai tugas dan fungsi masing-masing lembaga.

Selain itu, BPJS Ketenagakerjaan dan Muhammadiyah juga sepakat memperluas kerja sama di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia. Program ini diarahkan untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja di tengah perubahan dunia kerja digital dan ekonomi berbasis platform.

“Kami ingin mendorong upskilling dan reskilling agar tenaga kerja Indonesia mampu bersaing di era digital, bukan hanya menjadi pasar tenaga kerja global,” kata Saiful.

Sementara itu, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah berkomitmen memperkuat kesejahteraan anggotanya sekaligus berkontribusi bagi masyarakat luas.

“Kami akan terus memperkuat layanan dan perlindungan tenaga kerja melalui kolaborasi konkret dengan BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Haedar.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antar lembaga dalam memperkuat sistem perlindungan sosial nasional agar lebih adil dan merata.

“Ini bagian dari upaya bersama membangun keadilan sosial, baik bagi pekerja yang sudah bekerja maupun yang belum mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.

Kerja sama ini mencakup beberapa penandatanganan teknis lanjutan di bidang kepesertaan jaminan sosial, pendidikan, penelitian, serta pengabdian masyarakat yang melibatkan berbagai majelis di lingkungan Muhammadiyah.

Dengan kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan berharap perluasan perlindungan sosial dapat berjalan lebih cepat dan menyentuh kelompok pekerja yang selama ini belum terjangkau secara optimal.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online