MotoGP 2026 di Mandalika Siap Digelar, Ini Dampak Ekonominya
InJourney memastikan Mandalika siap menggelar MotoGP 2026. Penerbangan ke Lombok akan ditambah dan ekonomi diproyeksi terdongkrak.
Aliansi Mahasiswa Penegak Ideologi Pancasila menggelar aksi di depan Mabes Polri Jakarta, Jumat (16/11/2018) untuk menuntut Polri tak memberi izin Syiar dan Silaturahim Kekhalifahan Se-dunia yang dikabarkan akan digelar di Masjid Raya Kemayoran, Jakarta, Sabtu (17/11/2018)./Antara-Ricky Prayoga
Harianjogja.com, JAKARTA-Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Penegak Ideologi Pancasila mengancam akan membubarkan kegiatan Syiar dan Silaturahim Kekhalifahan Islam se-Dunia, jika acara itu tetap akan dilaksanakan.
"Jika kegiatan tersebut tetap diizinkan dan dilaksanakan, kami akan turun langsung ke lokasi dengan menggalang kawan-kawan seluruh Jakarta dan elemen masyarakat dengan jumlah yang lebih besar melakukan perlawanan dan membubarkan acara itu," kata Koordinator Aksi Lapangan, Daud Loilatu, di depan Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/11/2018).
Aliansi Mahasiswa Penegak Ideologi Pancasila pada Jumat ini menggelar aksi di depan Mabes Polri dengan tuntutan tidak mengizinkan acara Silaturahim Kekhilafahan Islam se-Dunia yang menurut informasi akan dihelat di Masjid Akbar Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (17/11/2018).
Menurut para mahasiswa yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Jakarta tersebut, acara tersebut merupakan ajang penyebaran paham khilafah yang ditentang 20 negara dengan berkedok di balik nama khalifah dan ajaran Islam.
"Saya orang Islam, tapi saya tidak rela ideologi Pancasila yang sudah disepakati para bapak pendiri bangsa dan para ulama seperti Soekarno-Hatta, KH Wahid Hasyim, KH Wahab Chasbullah dan lainnya berganti oleh ideologi apapun termasuk khilafah yang sudah ditolak di 20 negara," ujar Daud yang mengaku seoran Mahasiswa Hukum Universitas Bung Karno (UBK) tersebut.
Daud menambahkan para ulama yang ikut mendirikan dan membangun Indonesia menyatakan asas negara Pancasila merupakan pilihan final.
"Dan Pancasila dinyatakan tidak bertentangan dengan syariah Islam, sehingga harus diterima sebagai kesepakatan luhur bangsa," ucap Daud.
Aksi Aliansi Mahasiswa Penegak Ideologi Pancasila itu sendiri memiliki empat tuntutan utama yaitu: 1. Menolak Ideologi Khilafah di Indonesia, khususnya di Jakarta dan Juga di daerah-daerah lainnya.
2. Mendesak Pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk segera menolak pertemuan Khilafah Di Masjid Akbar Kemayoran Jakarta Pusat atau tempat lainnya.
3. Meminta pihak kepolisian untuk segera menginstruksikan semua jajarannya agar tidak lagi memberikan izin terhadap kegiatan-kegiatan khilafah di seluruh pelosok negeri.
4. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama menolak ideologi khilafah yang hanya merongrong NKRI demi tetap tegaknya NKRI.
Aksi tersebut berjalan dengan tertib dan massa aksi membubarkan diri sekitar pukul 15:30 WIB.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
InJourney memastikan Mandalika siap menggelar MotoGP 2026. Penerbangan ke Lombok akan ditambah dan ekonomi diproyeksi terdongkrak.
Persija Jakarta gelar team launching dan uji coba internasional lawan Brisbane Roar di JIS, 29 Agustus 2026. Skuad dan jersey terbaru diperkenalkan. Cek detail
Mengisi daya HP pakai kabel USB ternyata tak boleh sembarangan. Hindari 5 kesalahan ini agar baterai awet dan proses charging cepat! Cas HP yang benar di sini.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.
Harga emas Antam, UBS, dan Galeri 24 di Pegadaian kompak naik pada Rabu 12 Agustus 2026. Emas Antam 1 gram naik menjadi Rp2,819 juta, sementara UBS Rp2,741 juta
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.