Hasil FP1 GP Belanda: Antonelli Tercepat di Zandvoort
Kimi Antonelli menjadi yang tercepat di FP1 GP Belanda di Zandvoort. Simak hasil lengkap 10 besar dan kabar terbaru Max Verstappen.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Yogyakarta, Rudi Susanto di sela pelepasan sebanyak 4.250 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) awal Juli 2026. Ist
Harianjogja.com, JOGJA—Sebanyak 4.250 mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta yang mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dari BPJS Ketenagakerjaan.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Yogyakarta, Rudi Susanto, mengatakan seluruh mahasiswa KKN tersebut telah didaftarkan dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
“BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen memberikan perlindungan kepada seluruh peserta melalui program JKK dan JKM,” ujarnya, Rabu (8/7/2026).
Beri Rasa Aman Selama KKN
Rudi menjelaskan, perlindungan ini diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi mahasiswa selama menjalankan pengabdian di masyarakat.
Dengan adanya jaminan tersebut, mahasiswa dapat lebih fokus dalam menjalankan program KKN serta memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar.
“Perlindungan ini bukan hanya soal manfaat saat terjadi risiko, tetapi juga bentuk komitmen agar setiap peserta dapat menjalankan perannya dengan lebih tenang,” jelasnya.
Cakupan Perlindungan JKK dan JKM
Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan perlindungan sejak peserta berangkat dari tempat tinggal, saat beraktivitas di lokasi KKN, hingga perjalanan pulang. Layanan perawatan juga diberikan tanpa batas biaya sesuai kebutuhan medis.
Sementara itu, Jaminan Kematian (JKM) memberikan santunan kepada ahli waris sebesar Rp42 juta apabila peserta meninggal dunia bukan akibat kecelakaan kerja selama masa KKN.
Apresiasi dari UPN Veteran Yogyakarta
Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, M.Si., mengapresiasi kerja sama tersebut. Ia menilai perlindungan jaminan sosial sangat penting untuk memastikan keamanan mahasiswa selama menjalankan kegiatan di lapangan.
Ribuan Mahasiswa Tersebar di Dua Provinsi
Sebanyak 4.250 mahasiswa peserta KKN Bela Negara tersebut terbagi dalam 426 kelompok, dengan masing-masing kelompok beranggotakan 9 hingga 10 mahasiswa.
Selama pelaksanaan program, mereka akan didampingi oleh 146 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Para mahasiswa akan melaksanakan KKN di 135 desa dan kelurahan yang tersebar di 10 kabupaten/kota di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, yakni Kota Yogyakarta, Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, Sleman, Magelang, Klaten, Temanggung, Wonosobo, dan Kebumen.
Komitmen Perlindungan Mahasiswa
Sebagai bentuk komitmen, UPN “Veteran” Yogyakarta memastikan seluruh peserta KKN mendapatkan perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan.
Dengan adanya jaminan sosial ini, diharapkan mahasiswa dapat menjalankan program pengabdian dengan lebih aman, nyaman, dan optimal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kimi Antonelli menjadi yang tercepat di FP1 GP Belanda di Zandvoort. Simak hasil lengkap 10 besar dan kabar terbaru Max Verstappen.
BMKG mencatat 11.869 titik panas di Kaltim pada 1-21 Agustus 2026 dan meminta penguatan mitigasi karhutla menjelang puncak panas.
DPRD Sleman menyoroti pencairan dana JPS yang dinilai perlu dipercepat. Dinsos Sleman mulai menyederhanakan tahapan permohonan bantuan
Iran mengubah doktrin militer dari defensif menjadi ofensif setelah konflik dengan AS dan Israel, dengan respons serangan berskala besar.
KPK menemukan dugaan pengaturan 73 dari 245 kuota PMB jalur mandiri Unsoed. Penyidik juga mengungkap tiga klaster perkara
KSAL Muhammad Ali menyebut karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, tidak separah kabar yang beredar di media sosial.