Prabowo Targetkan 1.386 Kampung Nelayan Beroperasi Akhir 2026
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
Ilustrasi pengungsi/ ANTARA FOTO-Muhammad Adimaja
Harianjogja.com, SIGI-Masih banyak warga korban gempa bumi di Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, yang masih bertahan di sejumlah lokasi pengungsian, meski hanya menggunakan tenda-tenda terpal.
Seperti di lokasi penampungan pengungsi di wilayah Desa Pombewe dan Sidera, Kecamatan Sigibiromaru, Kabupaten Sigi, Kamis, rata-rata warga belum mau kembali ke desa mereka.
Alasan utama mereka, karena rumah tempat tinggal mereka yang dibangun dengan susah payah bertahun-tahun itu, kini sudah habis atau hancur diterjang bencana alam gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 yang terjadi pada 28 September 2018.
Bukan hanya rumah mereka, tetapi seluruh harta benda dan matapencaharian telah hancur lebur diterjang gempa bumi yang banyak menyengsarakan masyarakat di Kabupaten Sigi itu.
"Rumah kami habis, sekaligus kehilangan matapencaharian," kata Berto, salah seorang warga Desa Jonoge yang mengungsi ke Desa Pombewe karena desanya porak-poranda diterjang bencana alam dasyat tersebut.
Hal senada juga disampaikan Markus, salah seorang warga desa Sidera, Kecamatan Sigibiromaru. Sebagian permukiman di Desa Sidera juga diterjang gempa bumi dan banyak warga kehilangan tempat tinggal dan harta benda.
Untuk sementara mengungsi ke wilayah perbukitan di Desa Sidera, sebab lokasi tersebut berada pada ketinggian dan paling bagus untuk lokasi pengungsian sementara.
Di lokasi itu, kata dia, pengungsi bukan hanya dari Desa Sidera, tetapi sebagian juga berasal dari Desa Jonoge. Desa Jonoge berbatasan langsung dengan Desa Sidera, khususnya Dusun II Jonoge.
Saat terjadi gempa bumi, lokasi permukiman penduduk Dusun II Jonoge bergeser sekitar 200-an meter ke arah selatan dan semua rumah dan bangunan lainnya termasuk badan jalan hampir dua kilometer yang menghubungkan Desa Jonoge dan Sidera ikut lenyap bagaikan ditelan bumi.
Markus juga mengatakan belum mau kembali ke desanya, sebab rumah dan isi rumah, semuanya habis terkubur lumpur saat bencana alam tersebut secara memilukan meluluh-lantakkan permukiman dan areal pertanian dan peternakan yang ada di desa Jonoge.
"Ya mungkin akan kembali, tetapi belum bisa pastikan kapan waktunya," kata dia.
Di lokasi pengungsian Desa Pombewe masih terdapat sekitar 297 KK warga Desa Jonoge.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Prabowo menargetkan 1.386 Kampung Nelayan Merah Putih beroperasi akhir 2026 dan pembangunan 1.582 kapal ikan modern dimulai pada 2027.
Instagram resmi mengganti logo teks atau wordmark setelah 10 tahun. Desain baru menuai pro dan kontra karena banyak pengguna salah membaca tulisan Instagram men
Ledakan industri drama AI di China melahirkan bisnis baru berupa lisensi wajah manusia. Warga mendapat bayaran hingga Rp12 juta, namun risiko penyalahgunaan dat
AFC resmi menolak banding Persib Bandung terkait kericuhan suporter saat ACL 2. Maung Bandung tetap didenda Rp3,5 miliar dan menjalani laga tanpa penonton.
Borneo FC resmi ditunjuk AFC sebagai tuan rumah fase grup AFC Challenge League 2026/2027. Stadion Segiri Samarinda akan menjadi venue pertandingan Asia.
Lonjakan operasi plastik di kalangan anak muda Jepang memicu kekhawatiran. Bahkan anak lulusan SD mulai menjalani operasi kelopak mata dengan persetujuan orang