Registrasi SIM Biometrik Diperketat untuk Cegah Kejahatan Digital
Kemkomdigi memperketat pengawasan registrasi kartu SIM berbasis biometrik untuk menekan penyalahgunaan nomor seluler dan kejahatan digital.
Bendera Arab Saudi/Flag Shop
Harianjogjacom, JAKARTA - Para pejabat Arab Saudi tidak mengetahui secara rinci bagaimana wartawan pembangkang Jamal Khashoggi dibunuh di konsulat mereka di Istanbul atau di mana jasadnya saat ini, kata Menteri Luar Negeri Adel al-Jubeir pada Minggu (21/10/2018).
Dia mengatakan kepada Fox News dalam wawancara bahwa Khashoggi didekati oleh "tim keamanan Saudi" ketika ia masuk ke konsulat itu dan laporan mengenai apa yang terjadi setelah itu berbeda dari apa yang para pejabat Turki sampaikan, dan mendorong Saudi untuk menyelidiki.
"Ia dibunuh di konsulat itu. Kami tidak tahu rincian-rinciannya bagaimana. Kami tidak tahu di mana jasadnya," kata Jubeir.
"Kami bertekad untuk mengungkap setiap aspek ... Kami bertekad menghukum mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan ini."
Jubeir menyebut pembunuhan Khashoggi merupakan kesalahan yang mengerikan. Ini tragedi yang mengerikan. Kami sampaikan belasungkawa kepada mereka. Kami merasakan duka mereka," ujar Jubeir dalam wawancara tersebut.
"Sayangnya kesalahan besar terjadi dan saya jamin bahwa mereka yang bertanggung jawab akan menanggung akibatnya."
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemkomdigi memperketat pengawasan registrasi kartu SIM berbasis biometrik untuk menekan penyalahgunaan nomor seluler dan kejahatan digital.
Speedboat yang membawa 11 wisatawan asing hilang kontak di perairan Teluk Tomini. Operasi pencarian ditunda akibat cuaca buruk.
Serangan AS ke Iran memasuki malam ke-13 dan menyasar lima provinsi. Selat Hormuz tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan.
Jaksa Agung menegaskan penanganan perkara Febrie Adriansyah tetap menjadi kewenangan Tim 9 di Kejaksaan Agung.
Wamendagri Ribka Haluk meminta penyaluran Dana Otsus Papua 2026 menerapkan prinsip 5T agar manfaatnya tepat sasaran bagi masyarakat.
Polresta Banyumas mengungkap kasus pemerasan berkedok anggota polisi terhadap remaja di Desa Pliken dengan dua tersangka.