KPK Periksa Nusron Wahid 5 Jam, Dalami Dugaan Setoran di Kementerian ATR BPN
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Aktifis perempuan Ratna Sarumpaet memberi keterangan tentang kasus penganiyaannya yang tersebar ke media sosial saat konferensi pers di rumahnya, Kampung Melayu kecil, Jakarta, Rabu (3/10/2018). /Suara.com-Muhaimin A Untung
Harianjogja.com, JAKARTA - Kasus skandal hoaks aktivis Ratna Sarumpaet dinilai akan merembet ke masalah politik hingga mempengaruhi proses pemilihan pada 2019 mendatang.
Ketua Umum Persaudaraan 212, Slamet Ma\'arif menjelaskan bahwa ada semacam skenario yang dibuat pemerintah, untuk menyeret nama Prabowo dan tokoh oposisi lainnya ke dalam lingkaran hukum dalam kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.
"Ada semacam skenario kasus ini akan dibawa ke arah politik, Prabowo, Amien Rais, Hanum Rais, Fadli Zon itu kan satu tim dengan Ratna yang mengaku mendengar ada ibu-ibu yang dianiaya, sebagai seseorang yang punya empati dan simpati, mereka pasti datang ke rumahnya untuk mengetahui dan bersimpati akan kasus tersebut," jelas Slamet dalam pembicaraan di iNews Sore, Selasa (9/10/2018).
Sementara itu, Direktur Riset Setara Institute Ismail Hasani mengungkapkan bahwa kasus Ratna Sarumpaet merupakan kasus hukum biasa. Termasuk pemanggilan Amien Rais Cs yang merupakan proses normatif dalam suatu proses hukum.
"Kalau melihat konstruksi dan peristiwa hukumnya, ini kasus hukum biasa saja, ini suatu proses normatif yang harus dilalui bu Ratna yang sudah jadi tersangka, sehingga polisi butuh keterangan dari beberapa saksi," jelas Ismail.
Namun, Ismail tak menampik bahwa kasus Ratna Sarumpaet sangat erat dengan nuansa politik. Ia membeberkan dua sebab mengapa hal tersebut bisa terjadi. Pertama, jelas Ismail, yang dipanggil sebagai saksi merupakan tokoh politik besar.
"Kedua, tak bisa dipungkiri, situasi politik kita sedang tidak bagus ya, momen adanya kasus Ratna berbarengan dengan adanya proses pemilihan presiden. Mau tak mau, kasus ini akan mempengaruhi sisi elektoral dari calon-calon yang mengikuti pemilu," pungkas Ismail.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone.com
KPK mendalami dugaan setoran rutin dan penerimaan uang oleh orang kepercayaan Menteri ATR/BPN Nusron Wahid dalam pemeriksaan selama lima jam.
Live viewing BTS ARIRANG hadir di CGV dan Cinépolis. Simak jadwal, harga tiket, serta daftar bioskop di berbagai kota, termasuk Jogja.
Singapura mencatat konsumsi minyak 93,63 barel per kapita pada 2025. Simak daftar 15 negara dan wilayah tertinggi.
Jorge Jesus menanggapi keputusan Cristiano Ronaldo pensiun dari Portugal. Ia mengaku konflik mungkin mempercepat keputusan tersebut, tetapi tak merasa bersalah.
Disdukcapil Bantul mengevaluasi inovasi Aksi Mesra dan meminta 14 gereja memperbarui kerja sama pencatatan perkawinan agar layanan adminduk tetap berjalan.
Survei Greenhouse menemukan 45% pencari kerja di AS tak mendapat kabar setelah wawancara. Fenomena job ghosting membuat kandidat frustrasi.