Ceuta Spanyol Memanas, Warga dan Migran Maroko Bentrok
Krisis migrasi di Ceuta memicu bentrokan warga dengan migran asal Maroko. Polisi dikerahkan, sementara ketegangan terus meningkat.
Suasana pemukiman yang rusak akibat gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah yang dipicu gempa bumi di Donggala, Sabtu (29/9/2018)./ANTARA FOTO/BNPB
Harianjogja.com, JAKARTA-Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan tercatat 71 warga negara asing (WNA) berada di Palu, Sulawesi Tengah, saat terjadi gempa yang disusul tsunami pada Jumat (28/9/2018).
"Berdasarkan koordinasi dengan Kemlu, diperoleh data 71 warga asing yang berada di Palu saat gempa kemarin, dan langsung kita tindaklanjuti untuk dilakuka evakuasi," kata Kepala Pusat Informasi dan Komunikasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho pada konferesi pers di Graha BNPB Jakarta Timur, Minggu (30/9/2018).
Menurut Sutopo, dua orang dari WNA tersebut telah dievakuasi ke Jakarta menggunakan Pesawat Hercules milik TNI AU, yakni satu warga negara Singapura dan satu warga negara Begia.
WNA lainnya yang telah diketahui keberadaannya dan dalam kondisi aman, yakni satu warga Jerman di Resort John Dive Donggala, 32 warga Thailand di Kota Palu, 21 warga China di Hotel Best Western Palu, dan 10 warga Vietnam yang saat ini sudah berada di Posko Bandara Mutiara Palu.
Ke-10 warga Vietnam itu siap dievakuasi ke Jakarta menggunakan Pesawat Herkules, ujar Sutopo.
Sedangkan lima WNA lain belum diketahui kondisinya, yakni satu warga Korea Selatan, tiga warga Pracis, dan satu warga Malaysia.
"Satu warga Korea Selatan itu diduga berada di Hotel Roa-Roa Palu yang kondisi bangunannya telah rata dengan tanah, namun masih perlu kita pastikan karena proses pencarian masih berlangsung," kata Sutopo.
Juru Bicara BNPB tersebut menambahkan perkembangan terbaru bahwa daerah yang terdampak gempa dan tsunami bukan hanya Kota Palu dan Kabupaten Donggala, namun mencakup juga Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Buton.
"Hingga saat ini jaringan komunikasi hanya bisa di Palu, kabupaten lainya belum ada laporan mengenai dampak bencana karena komunikasi masih lumpuh dan listrik masih padam," kata dia.
Sutopo menyampaikan bahwa Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo telah mengirim surat kawat ke semua pemimpin daerah di empat kabupaten/kota tersebut untuk segera menetapkan status tanggap darurat untuk memudahkan dan mempercepat akses penanganan bencana.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Krisis migrasi di Ceuta memicu bentrokan warga dengan migran asal Maroko. Polisi dikerahkan, sementara ketegangan terus meningkat.
Dana pensiun Malaysia KWAP rugi Rp881 miliar akibat penipuan eFishery. PM Anwar akui investasi ini penipuan terencana. Simak selengkapnya.
Anak muda China kini nekat berbagi ranjang dengan orang asing demi menekan biaya sewa. Gaji stagnan dan ancaman PHK memaksa mereka bertahan. Simak kisah lengkap
Dekan Fakultas Psikologi UGM mengajak remaja tidak malu mencari bantuan profesional saat mengalami masalah kesehatan mental.
Survei Vero dan Kadence menunjukkan kepercayaan pada bank digital tertinggi di ASEAN, namun kebocoran data tetap menjadi kekhawatiran utama.
Retno Marsudi menyebut perubahan iklim memperparah krisis air dunia dan mendorong kolaborasi untuk mempercepat pencapaian SDGs 2030.