Harga Tanah Colomadu Solo Tembus Rp17 Juta per Meter
Harga tanah Colomadu Karanganyar naik hingga Rp17 juta per meter persegi. Kawasan Paulan, Malangjiwan, dan Baturan jadi incaran investor.
Jaka Setiana saat bertugas sebagai anggota Satpol PP Solo. (Istimewa)
Harianjogja.com, SOLO - Penyelidikan kasus kematian anggota Satpol PP Solo ditolak oleh keluarga. Polisi pun menghentikan penyelidikan.
Kasatreskrim Polresta Surakarta, Kompol Fadli, mengaku telah dihubungi pejabat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Solo untuk menyelidiki kasus dugaan penganiayaan berujung kematian Jaka Setiana.
Jaka Setiana yang merupakan Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Penyuluhan Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satuan Polisi (Satpol PP) Solo ditemukan tak bernyawa dengan tubuh penuh luka di rumahnya, Kamis (13/9/2018) dini hari.
"Anggota [Polresta] telah mendatangi rumah korban untuk proses pemeriksaan lanjut kasus," jelasnya Kamis.
Namun, Kasatreskrim mengatakan penyelidikan dihentikan karena keluarga tak berkenan memperkarakan kasus tersebut. Keluarga juga telah dimintai keterangan dan membuat surat pernyataan di Mapolresta Surakarta.
Jaka Setiana merupakan anggota Satpol PP Solo yang cukup aktif di kegiatan lapangan, termasuk dalam penertiban pedagang kaki lima (PKL) dan hunian liar. Jasadnya yang penuh luka ditemukan istrinya, Siti Munawaroh, di kediamannya RT 005/ RW009 Minapati, Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo, pukul 02.00 WIB.
Saat ditemukan Jaka dalam kondisi tergeletak di teras kamarnya yang berada di lantai 2. Anak Jaka, Adilla Scarlleta, 15, mengatakan ayahnya pulang ke rumah setelah bertugas mengamankan pelaksanaan Kirab Malam 1 Sura Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Rabu (12/09/2018) pada pukul 03.30 WIB.
"Bapak pulang langsung tidur di lantai II. Kamis pukul 02.00 dibangunkan Ibu buat Salat Tahajud. Tapi ternyata Bapak sudah tergeletak di teras depan kamar," kata dia.
Kakak kandung Jaka, Sumarlis, 53, mengatakan kematian Jaka penuh kejanggalan. Banyak luka-luka di bagian wajah, tangan dan kaki. "Kami berharap bisa dilakukan visum atau otopsi karena ada kejanggalan. Tapi kami tetap menyerahkan kepada istri dan anak-anak," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Harga tanah Colomadu Karanganyar naik hingga Rp17 juta per meter persegi. Kawasan Paulan, Malangjiwan, dan Baturan jadi incaran investor.
Seskab Teddy Indra Wijaya menepis anggapan Sekolah Rakyat tak bermutu. Lebih dari 43.000 anak telah mendapat kesempatan belajar.
Indonesia kalah 1-3 dari Filipina pada Leg 2 SEA V Cup Women's 2026 setelah melewati drama panjang pada set keempat.
Kapal tanker ADNOC diserang rudal di Selat Hormuz. UEA menuding Iran dan sejumlah negara Teluk mengecam serangan tersebut.
Istana Kepresidenan menegaskan belum ada rencana Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan atau reshuffle Kabinet Merah Putih dalam waktu dekat. Menteri Se
Polresta Karawang menangkap tiga pelaku pengoplos LPG subsidi 3 kg. Polisi menyita 245 tabung dan peralatan pemindahan gas.