Wisata Jumog River Tubing Tawarkan Sensasi Arungi Sungai 800 Meter
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
Jaka Setiana saat bertugas sebagai anggota Satpol PP Solo. (Istimewa)
Harianjogja.com, SOLO -- Seorang aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di Solo diduga menjadi korban penganiayaan hingga tewas.
Kepala Seksi (Kasi) Pembinaan dan Penyuluhan Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jaka Setiana ditemukan meninggal dunia dengan tubuh penuh luka, Kamis (13/9/2018) dini hari.
Jaka diduga dianiaya orang tidak dikenal. Jasad Jaka ditemukan dengan kondisi penuh luka di kediamannya, RT 005/RW009 Minapati, Nusukan, Kecamatan Banjarsari, Solo.
Informasi yang dihimpun Solopos.com, jaringan Harianjogja.com Jaka yang kerap menertibkan pedagang kaki lima (PKL) serta hunian liar ini kali pertama ditemukan istrinya, Siti Munawaroh, pukul 02.00 WIB.
Saat ditemukan Jaka dalam kondisi tergeletak di teras kamarnya di lantai II. Mengetahui kondisi Jaka yang penuh luka dan darah di bagian tubuhnya, Munawaroh memanggil kakak kandungnya Suyamto yang berada di lantai satu.
Mereka kemudian membaringkan tubuh Jaka ke tempat tidur. Saat ditemukan Jaka sudah tidak bernyawa. Menurut penuturan anaknya, Adilla Scarlleta, 15, Jaka pulang ke rumah setelah bertugas mengamankan pelaksanaan Kirab Malam 1 Sura Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat pada Rabu (12/9/2018) pukul 03.30 WIB.
"Bapak pulang langsung tidur di lantai II. Kamis pukul 02.00 WIB dibangunkan Ibu untuk salat Tahajud. Tapi ternyata Bapak sudah tergeletak di teras depan kamar," kata dia.
Saat ditemukan itu, kondisi Jaka penuh luka dan darah. Luka ada di bagian pelipis mata kiri, belakang telinga bagian kiri, luka di tangan kanan kiri serta kaki. Selain itu luka bekas benda tumpul di kepala. "Darahnya ada di mana-mana," kata dia.
Kakak kandung Jaka, Sumarlis, 53, mengatakan kematian Jaka penuh kejanggalan. Banyak luka-luka di bagian wajah, tangan, dan kaki.
"Kami berharap bisa dilakukan visum atau autopsi karena ada kejanggalan. Tapi kami tetap menyerahkan kepada istri dan anak-anaknya," katanya.
Kepala Bidang (Kabid) Ketenteraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Agus Sis Wuryanto mengatakan selama ini Jaka dikenal sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pekerjaan. Bahkan saat terakhir, Jaka masih bertugas mengamankan jalannya pelaksanaan Kirab 1 Sura.
Jaka meninggalkan seorang istri dan dua orang anak. Saat ini para pelayat terus berdatangan ke rumahnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos.com
Jumog River Tubing resmi beroperasi di Karanganyar. Wisatawan bisa menyusuri sungai 800 meter selama 20 menit dengan tiket Rp25.000.
RSUD Manggarai rusak akibat gempa M7,7. BNPB menyiapkan rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal untuk menjaga layanan kesehatan.
Kemhan memastikan J7 Explorer berlogo Kemhan merupakan kapal milik swasta yang dipinjam tanpa biaya sewa untuk mendukung program pemerintah.
BNPB mencatat 53 orang meninggal dan 137 terluka akibat gempa M7,7 NTT. Sebanyak 5.659 warga mengungsi hingga Minggu.
Menko Polkam Djamari Chaniago mengajak masyarakat menjaga perdamaian Aceh dan kondusivitas Papua serta menyampaikan aspirasi secara damai
Kunjungi Kontingen Sleman di Jamnas XII, Bupati Sleman Harap Peserta Mendulang Ilmu dan Pengalaman