Kubu Jokowi-Ma'ruf Pilih Fokus Kerja daripada Urusi Gerakan #2019GantiPresiden

Newswire
Newswire Selasa, 28 Agustus 2018 06:17 WIB
Kubu Jokowi-Ma'ruf Pilih Fokus Kerja daripada Urusi Gerakan #2019GantiPresiden

Jokowi - Ma\'ruf Amin tiba di Gedung Joang 45. /Suara.com-Chyntia Sami Bhayangkara

Harianjogja.com, JAKARTA - Kubu pasangan bakal calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma\'ruf Amin tak gentar menghadapi #2019GantiPresiden.

Gerakan tersebut semakin masif digerakkan oleh sejumlah tokoh. Namun, gerakan ini banyak memunculkan penolakan dari sejumlah kelompok masyarakat. Bahkan, aktivis gerakan ini, Neno Warisman ditolak masuk ke Pekanbaru saat akan menghadiri deklarasi gerakan yang digagas Mardani Ali Sera itu.

Juru bicara pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily mengatakan, pihaknya tak gentar dengan gerakan #2019GantiPresiden. Ace memandang gerakan tersebut sebagai cara untuk mencuri start kampanye.

“Penggeraknya sudah tahu siapa dan dari partai mana, serta selama ini mendukung capres siapa. Toh konfigurasi capresnya hanya dua pasangan. Pak Jokowi & Pak Prabowo,” ujar Ace kepada wartawan, Senin (27/8/2018).

Ace menilai, penolakan masyarakat terhadap deklarasi #2019GantiPresiden di beberapa wilayah merupakan bentuk spontanitas masyarakat yang tak menyukai adanya gerakan tersebut.

Bahkan, Ketua DPP Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini ini menyarankan, jika ingin bersaing secara fair, lebih baik menunggu waktu kampanye yang sudah ditentukan penyelenggara pemilu.

“Jika mau fair, sebaiknya kita menunggu waktu yang telah ditentukan KPU untuk kampanye. Kita sama-sama beradu konsep dalam ruang kampanye yang kita sepakati bersama,” tegas Ace.

Ace menambahkan, saat ini kubu Jokowi-Ma’ruf lebih mementingkan bekerja keras untuk memberikan dampak positif kepada masyarakat. “Rakyat juga tahu dan merasakan mana calon presiden yang sudah bekerja. Presiden yang telah berhasil menurunkan angka kemiskinan. Presiden yang mampu membangun infrastruktur. Presiden yang dapat mengurangi ketimpangan,” ujarnya.

“Bukan sekadar ngomong saja. Capres yang bisanya hanya menebar pesimisme. Capres yang bisanya hanya mengkritik tanpa data. Jadi tak perlu ada strategi khusus. Biar rakyat sendiri yang menilai dan merasakan,” pungkas Ace.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : okezone.com

Share

Nina Atmasari
Nina Atmasari Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online