DPR Desak Kemenlu Selamatkan WNI Ditangkap Israel
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Presiden Joko Widodo menyampaikan sambutannya pada acara Peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW Tahun 1436 H / 2015 M di Istana Negara, Jakarta, Jumat (15/5) malam. /Antara Foto-Widodo S. Jusuf
Harianjogja.com, JAKARTA - Di hadapan para ulama Indonesia, Presiden Joko Widodo menepis banyaknya tudingan yang dialamatkan kepadanya bahwa ia merupakan antek asing.
Pernyataan Jokowi ini disampaikan saat ia membuka acara pendidikan kader ulama (PKU) Majelis Ulama Indonesia (MUI) di Gedung Tegar Beriman, Pemerintah daerah kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018) pagi.
Jokowi menepis bahwa dirinya adalah bagian dari antek asing. Di depan para ulama dan kader ulama yang hadir, Jokowi menjawab tudingan itu dengan kebijakan-kebijakan yang telah dibuatnya.
Jokowi menjelaskan telah membuat kebijakan di sektor migas yaitu 100 % kepemilikan Blok Mahakam yang dimiliki Jepang diserahkan ke PT Pertamina (Persero). Kemudian Blok Rokan yang sejak lama sudah dikelola Chevron, Amerika Serikat kini sudah diserahkan kepada PT Pertamina.
"Antek asing. Bagaimana antek asing?" tanya Jokowi di Gedung Tegar Beriman, Pemerintah daerah kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018).
Jokowi juga memaparkan kesulitan untuk melobi PT Freeport agar Indonesia bisa mengambil alih tambang di kawasan Papua. Di masa pemerintahannya inilah, Indonesia melakukan negosiasi selama 3,5 tahun dengan lobi-lobi yaang berjalan alot. Namun dengan lobi yang kuat, lanjut Jokowi, Indonesia akhirnya membuat kesepakatan Head of Agreement (HoA) sebesar 51 persen.
"Freeport ini memang sulit banget. Empat puluh tahun kita hanya diberi 9,3 persen. Dan kita semua diam saja nggak ada yang bersuara. Diam 9 persen. Saya negosiasi, menteri-menteri saya negosiasi 3,5 tahun alot sekali. Jangan dipikir negosiasi seperti itu mudah. Sangat alot sekali. Saya minta jangan mundur, kita mayoritas 51 persen. Saya sudah sampaikan. Jangan mundur. Ditawar 30 persen, nggak! 51 persen mayoritas. Sudah tanda tangan yang namanya HoA, kesepakatan," jelas Jokowi.
Namun usaha pemerintah ini malah dianggap negatif beberapa pihak. Jokowi pun menyayangkan hal ini. Padahal ia berharap rakyat Indonesia mendukung upaya dan hasil kesepakatan yang telah diraih oleh pemerintah ini.
"Saya enggak ngerti gimana kita ini. 40 tahun 9 persen pada diam. Begitu ada kesepakatan HoA 51 persen tidak didukung penuh. Mestinya seluruh rakyat mendukung penuh agar itu betul-betul bisa dikelola bangsa ini. Begitu dibilang antek asing?," tukas Jokowi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : okezone.com
DPR mendesak Kemenlu bergerak cepat menyelamatkan WNI yang ditangkap Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla ke Gaza.
Austria rilis skuad Piala Dunia 2026. Arnautovic dan Alaba kembali, ada pemain naturalisasi baru.
KAI Daop 6 tutup dua perlintasan liar di Jogja demi keselamatan. Total 41 jalur ilegal ditutup sejak 2023.
LPS kembangkan sistem data perbankan real time berbasis AI untuk tingkatkan akurasi dan percepat resolusi bank.
Modus penipuan pajak catut BPKAD Jogja marak. Warga diminta waspada dan cek rekening resmi sebelum bayar pajak.
Penembakan di Islamic Center San Diego tewaskan 5 orang. Diduga hate crime, FBI turun tangan, WNI dipastikan aman.