Advertisement

Jokowi Semobil dengan Moeldoko, Benarkah Ini Cawapres Berinisial M?

Newswire
Rabu, 08 Agustus 2018 - 17:50 WIB
Bhekti Suryani
Jokowi Semobil dengan Moeldoko, Benarkah Ini Cawapres Berinisial M? Kepala Staf Presiden Moeldoko. - Suara/Ria Rizki

Advertisement

Harianjogja.com, JAKARTA- Inisial cawapres pendamping Jokowi di Pilpres berinisial M santer diberitakan. Nama berinisial M juga disebut-sebut inisial dari Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy memastikan, nama calon wakil presiden pendamping bakal calon presiden petahana Joko Widodo di Pilpres 2019 berinisial M.

Advertisement

Siapa dia? Menurut Romahurmuziy, M adalah satu dari 10 nominator yang sudah sering disebut-sebut bakal menjadi cawapres Jokowi.

"Kan saya sudah tegaskan waktu itu, percayalah tidak pernah keluar dari 10 nama yang sudah saya tegaskan. Hanya waktu itu kan banyak yang meragukan pernyataan saya, percayalah perkataan Ketum PPP paling benar," ujarnya di Gedung Tegar Beriman, Pemkab Bogor, Jawa Barat, Rabu (8/8/2018).

"Kan tadi Pak Jokowi sudah katakan, yang paling tahu namanya Rohamurmuziy. Jangan lupa awalannya M juga, M Romahurmuziy," katanya berseloroh.

Politikus yang akrab disapa Romy ini mengajak masyarakat untuk bersabar. Ia memastikan nama cawapres Jokowi akan disampaikan ke publik pada Kamis 9 Agustus.

"Jadi tunggu saja dari pengumuman Pak Jokowi, karena sudah sampaikan nama ini, sudah kami berikan kehormatannya kepada presiden untuk menyampaikan," katanya.

Nama Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko belakang ramai diperbincangkan. Mantan Panglima TNI itu disebut-sebut sebagai salah satu kandidat terkuat pendamping Jokowi.

Terkait itu, Romy tidak mau banyak bicara. Namun, ia membenarkan Jokowi dan Moeldoko hari ini sempat satu mobil setelah menghadiri acara di Bogor.

“Iya Pak Moeldoko satu mobil, saya sarapan bareng, ya M bisa macam-maca sih. Cukup ya," kata Romy.

Sebagai parpol pendukung Jokowi, Romy tidak mempermasalahkan apakah cawapres Jokowi nantinya dari kalangan parpol atau non-parpol.

"Begini, kalau parpol atau non-parpol merupakan preferensi. Karena misalkan kiai Maruf Amin, M juga awalannya. Maruf Amin ini pernah jadi Ketua Fraksi PPP DPRD DKI, pernah jadi anggota DPR dari PKB," kata dia.

"Mahfud MD juga pernah menjadi deklarator PAN, jadi Menhan atas nama PPP pada 1999, pernah juga jadi anggota DPR RI dari PKB. Jadi partai atau nonpartai tak jadi soal karena yg mengusung ini parpol," Romy menambahkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Suara

Advertisement

Harian Jogja

Berita Lainnya

Advertisement

Harian Jogja

Advertisement

Hotel Pinggiran Jogja Diserbu Wisatawan Saat Libur Paskah

Hotel Pinggiran Jogja Diserbu Wisatawan Saat Libur Paskah

Jogja
| Sabtu, 04 April 2026, 21:17 WIB

Advertisement

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Long Weekend April 2026: Cek Tanggal Merah Usai Lebaran

Wisata
| Jum'at, 03 April 2026, 12:37 WIB

Advertisement

Advertisement

Advertisement