Doa Bersama Cara Islam-Kristen Keluarga Korban KM Sinar Bangun Diwarnai Kumandang Zikir dan Isak Tangis Memilukan

Newswire
Newswire Selasa, 03 Juli 2018 12:35 WIB
Doa Bersama Cara Islam-Kristen Keluarga Korban KM Sinar Bangun Diwarnai Kumandang Zikir dan Isak Tangis Memilukan

Keluarga korban tenggelamnya KM Sinar Bangun memanjatkan doa dalam prosesi tabur bunga di kawasan titik tenggelamnya kapal di Danau Toba, Sumatra Utara, Senin (2/7)./Antara

Harianjogja.com, SIMALUNGUN - Ratusan warga dan keluarga korban KM Sinar Bangun melaksanakan ibadah untuk mendoakan korban yang tenggelam di perairan Danau Toba. Doa bersama dengan dua cara, Kristen dan Islam itu diwarnai isak tangis para keluarga korban.

Proses ibadah tersebut digelar di lokasi monumen tenggelamnya KM Sinar Bangun yang berjarak hanya sekitar 20 meter dari pelabuhan Tigaras, Kabupaten Simalungun, Selasa (3/7/2018).

Prosesi ibadah keluarga korban yang beragama Nasrani dengan kebaktian yang dipimpin Bishop Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) Pendeta Oloan Pasaribu, didampingi Ephorus Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) Pendeta Rumania Purba, Ketua Moderamen Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Agustinus Purba, dan Kepala Departemen Apostolat GKPI Pendeta Humala Lumbantobing.

Sementara, keluarga korban yang beragama Islam menggelar salat gaib dan doa bersama yang dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Simalungun, Abdul Halim Lubis dan Pimpinan Persulukan Naghsabandiyah Tuan Guru Muda Sakban Rajagukguk.

Acara khususuk dipimpin Pimpinan Persulukan Naghsabandiyah Tuan Guru Muda Sakban Rajagukguk, terlihat keluarga korban yang beragama Islam terus melakukan zikir di area monumen.

Ketika memasuki proses berdoa, terlihat banyak keluarga korban yang menangis dengan memilukan mengingat tidak akan bertemu lagi dengan keluarganya yang tenggelam di perairan Danau Toba. Mereka harus tegar untuk merelakan jasad saudara mereka tetap berada di dasar danau.

Usai menjalankan ibadah, keluarga korban KM Sinar Bangun dibawa ke pinggiran Danau Toba untuk menabur bunga. Setelah proses tabur bunga, seluruh keluarga korban kembali ke lokasi semula untuk menyaksikan peletakan batu pertama monumen KM Sinar Bangun.

Kapal kayu KM Sinar Bangun yang mengangkut seratusan penumpang dilaporkan tenggelam di perairan Danau Toba, antara Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir dan Desa Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Senin (18/6), sekitar pukul 17.30 WIB.

Dalam proses pencarian, tim gabungan telah menemukan 21 korban selamat dan tiga korban tewas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Nugroho Nurcahyo
Nugroho Nurcahyo Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online