Polisi Tangkap Terduga Peneror Bom SDN Srengseng Sawah 15
Polda Metro Jaya menangkap MY, terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15. Polisi masih mendalami motif dan tujuan pelaku.
Foto ilustrasi bantuan sosial (bansos), dibuat menggunakan Artificial Intelligence/AI.
Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah kembali menyalurkan bantuan pangan beras kepada jutaan keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program yang berlangsung selama Juli hingga September 2026 tersebut menyasar sekitar 33,2 juta keluarga penerima manfaat (KPM) dengan alokasi bantuan sebanyak 10 kilogram beras per bulan untuk setiap keluarga.
Direktur Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas), Maino Dwi Hartono, mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat sekaligus membantu menjaga stabilitas harga beras di tingkat konsumen.
“Nah ini kabar baik buat masyarakat seluruh Indonesia bahwa nanti bulan Juli, Agustus, September, 3 bulan, ini ada bantuan pangan tahap kedua. Ada 3 bulan penyaluran bantuan pangan berupa beras 10 kilogram untuk sekitar 33 juta keluarga penerima manfaat,” kata Maino saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Menurutnya, tambahan pasokan beras yang diterima masyarakat diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga sekaligus mengurangi tekanan harga beras di pasaran.
Dengan jumlah penerima yang mencapai lebih dari 33 juta keluarga, pemerintah optimistis program tersebut dapat memberikan dampak langsung terhadap ketersediaan beras di tingkat konsumen.
“Mudah-mudahan ini bisa meredam harga beras karena ada sekitar 33 juta rumah tangga yang akan mendapatkan bantuan beras sebanyak 10 kg untuk selama 3 bulan. Juli, Agustus, September,” ujar Maino.
Ia menjelaskan program bantuan pangan tahun ini berjalan tanpa jeda. Sebelumnya, pemerintah telah memperpanjang penyaluran bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret hingga berakhir pada penghujung Juni 2026.
Karena itu, masyarakat penerima manfaat dapat terus memperoleh dukungan pangan dari pemerintah secara berkelanjutan sepanjang tahun ini.
Maino menegaskan keberlanjutan program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan perlindungan masyarakat dan stabilitas pangan sebagai prioritas nasional.
Selain membantu masyarakat berpenghasilan rendah, program bantuan beras juga dinilai berperan dalam menjaga keseimbangan pasokan pangan di tengah berbagai tantangan global yang masih memengaruhi sektor pangan dunia.
Bapanas mencatat alokasi bantuan pangan beras sepanjang 2026 lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya. Jika pada 2025 program bantuan hanya disalurkan selama empat bulan, yakni Juni, Juli, Oktober, dan November, maka pada tahun ini penyaluran berlangsung setidaknya selama lima bulan.
Peningkatan durasi program tersebut menunjukkan komitmen pemerintah untuk memperkuat perlindungan sosial sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.
Menurut Maino, berbagai intervensi yang dilakukan pemerintah, termasuk bantuan pangan beras, turut berkontribusi terhadap membaiknya kondisi inflasi pangan nasional.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pangan tahunan hingga Juni 2026 tercatat sebesar 5,58 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 6,24 persen.
Penurunan juga terjadi pada inflasi pangan bulanan. Pada Mei 2026, inflasi pangan tercatat sebesar 0,22 persen dan turun menjadi 0,14 persen pada Juni.
Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap pergerakan inflasi tersebut antara lain bawang merah, bawang putih, dan beras.
Sementara itu, inflasi pangan berdasarkan tahun kalender sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sebesar 1,61 persen. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yang mencapai 2,15 persen.
Data tersebut menunjukkan kondisi harga pangan nasional pada semester pertama 2026 relatif lebih terkendali dibandingkan tahun sebelumnya.
Pemerintah menilai berbagai kebijakan stabilisasi pasokan dan harga yang dijalankan selama ini mulai menunjukkan hasil positif dalam menjaga keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Sebelumnya, Kepala Bapanas yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan pemerintah akan terus memastikan akses pangan masyarakat tetap terjaga meskipun dunia masih menghadapi berbagai tantangan yang berpotensi memengaruhi pasokan pangan.
Selain menjaga distribusi pangan, pemerintah juga terus memperkuat program swasembada pangan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Andi Amran, upaya memperkuat produksi dalam negeri dan menjaga keberlanjutan program bantuan pangan menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan pangan nasional menuju target Indonesia Emas 2045.
Melalui kombinasi program bantuan sosial, penguatan produksi pangan, serta pengendalian harga, pemerintah berharap masyarakat tetap dapat memperoleh akses pangan yang cukup, terjangkau, dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Polda Metro Jaya menangkap MY, terduga pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15. Polisi masih mendalami motif dan tujuan pelaku.
Merasa sangat sedih tetapi tidak bisa menangis? Pakar psikologi menjelaskan kondisi ini bisa dipicu trauma emosional, kepribadian, hingga faktor lingkungan.
PT Pegadaian (Persero) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry dalam ajang Indonesia Top Companies Recogniti
Varian baru malware RedHook bisa kuasai Android tanpa root. Pakai fitur Wireless ADB, malware ini curi data & rekam layar. Simak cara melindungi HP Anda.
DKP Bantul memastikan musim kemarau belum mengganggu budidaya ikan. Ketersediaan air masih aman, sementara pembenihan diperkuat dengan teknologi indoor.
Semifinal Piala Dunia 2026: Prancis (serang terbaik) vs Spanyol (pertahanan terbaik). Mbappe vs Yamal, rekor 36 laga tak terkalahkan Spanyol diuji.