Kemkomdigi Minta Tambahan Rp3,23 Triliun, untuk Apa Saja?
Kemkomdigi mengusulkan tambahan anggaran Rp3,23 triliun untuk 2027. Simak rincian kebutuhan dan program yang akan dibiayai.
Ilustrasi bom/Antara
Harianjogja.com, ADDIS ABABA-Sebanyak 30 orang ditangkap sehubungan dengan serangan bom pada Sabtu di Ibu Kota Ethiopia, Addis Ababa. Hal itu diungkapkan Komisi Polisi Federal Ethiopia pada Minggu (24/6/2018).
Zeynu Jemal, Komisaris Polisi Federal Ethiopia, mengatakan 30 orang tersebut diduga terlibat dalam serangan itu dan polisi sedang melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi otak serangan tersebut, demikian laporan media resmi Ethiopia Broadcasting Corporation (EBC).
Ia juga mengatakan sembilan pejabat polisi termasuk Girma Kassa, Wakil Komisaris Polisi Addis Ababa, telah ditangkap karena gagal mencegah serangan bom itu, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin (25/6/2018) pagi.
Pertemuan terbuka yang diselenggarakan di Addis Ababa dan kota besar lain di seluruh negara Afrika Timur tersebut diadakan untuk memberi penghargaan bagi berbagai kegiatan yang dilakukan selama hampir tiga bulan oleh Pemerintah Perdana Menteri Abiy Ahmed.
Ahmed, yang memangku jabatan Perdana Menteri pada April, telah membuat bermacam keputusan yang terutama ditujukan untuk mewujudkan perdamaian dan persatuan di kalangan kelompok etnik di negeri itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemkomdigi mengusulkan tambahan anggaran Rp3,23 triliun untuk 2027. Simak rincian kebutuhan dan program yang akan dibiayai.
Pembangunan tahap pertama Taman Budaya Bantul di Sendangsari mencapai 70 persen. Proyek ini menggunakan Dana Keistimewaan DIY Rp19,8 miliar.
Kejati Jateng mencatat penyelamatan keuangan negara Rp36,8 miliar dari perkara korupsi dan TPPU sepanjang Januari-Agustus 2026.
UGM mempertimbangkan langkah hukum untuk mengadvokasi lima mahasiswa yang diduga menjadi korban kekerasan saat demo di Sudirman.
Sleman menyiapkan sanksi tegas bagi pelajar yang terbukti terlibat kejahatan jalanan, namun hak pendidikan tetap dijamin.
BPBD Kota Jogja mengingatkan warga memahami tingkatan sirine EWS agar tahu kapan harus waspada, bersiap, hingga melakukan evakuasi.