PBB Kirim Bantuan untuk Korban Banjir di Perbatasan China-Nepal
PBB mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk korban banjir Nepal. Sedikitnya 160 orang tewas dan lebih dari 680 orang hilang.
Teror bom di SDN Srengseng, Jagakarsa. /Antara.
Harianjogja.com, JAKARTA—Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial MY yang diduga menjadi pelaku teror bom di SDN Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Penangkapan dilakukan setelah polisi menelusuri ancaman bom yang dikirim melalui aplikasi WhatsApp kepada guru dan staf tata usaha (TU) sekolah pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Senin (13/7/2026).
Meski pelaku telah diamankan, kepolisian masih mendalami motif serta tujuan aksi teror tersebut.
Pelaku Berinisial MY Diamankan
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan MY telah diamankan dan diketahui berdomisili di sekitar lokasi sekolah.
"Kegiatan teror yang terjadi untuk pelaku satu orang inisial MY alamat di sekitar lokasi kejadian sekolah sudah diamankan," kata Budi Hermanto saat ditemui di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengungkap latar belakang aksi teror tersebut.
"Masih dalam pendalaman penyidik terkait tujuan dan motif dari yang bersangkutan," katanya.
Polisi Sebelumnya Kantongi Identitas Pelaku
Sebelumnya, Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengungkapkan polisi telah lebih dulu mengidentifikasi terduga pelaku yang mengirim ancaman bom melalui pesan WhatsApp kepada guru dan pegawai tata usaha SDN Srengseng Sawah 15.
"Dari identitasnya kita sudah kantongi, ya. Jadi kita sudah mencari kemudian semuanya sudah pasti kita tindak lanjuti untuk pelaku, tentunya yang diduga pelaku untuk meneror sendiri itu," kata Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin.
Dalam pesan tersebut, pelaku mengklaim telah menempatkan bom di 11 titik di lingkungan sekolah.
Menerima ancaman itu, pihak sekolah segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan keamanan siswa dan tenaga pendidik yang sedang mengikuti kegiatan hari pertama MPLS.
Tim Gabungan Lakukan Penyisiran
Nurma mengatakan sejumlah instansi diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan memastikan keselamatan seluruh warga sekolah.
"Ya, jadi semua otomatis, ya. Jadi di sini dari Inafis, Damkar, camat, lurah, Dinas Kesehatan kemudian Dinas Pendidikan datang ke SD untuk memastikan aman untuk anak, kemudian juga orang tua yang ada," ujar Nurma.
Tim gabungan kemudian melakukan penyisiran di area sekolah selama lebih dari dua jam.
Hingga proses pemeriksaan selesai, polisi memastikan tidak menemukan benda mencurigakan maupun bahan peledak di lingkungan SDN Srengseng Sawah 15.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
PBB mengerahkan bantuan dan personel kemanusiaan untuk korban banjir Nepal. Sedikitnya 160 orang tewas dan lebih dari 680 orang hilang.
Ariel Tatum resmi mengganti nama legal menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini setelah permohonannya dikabulkan PN Jakarta Selatan. Ini alasan di baliknya.
Bayar pakai QRIS kena biaya admin? Bank Indonesia melarang surcharge kepada konsumen dan mengatur MDR sebagai tanggung jawab merchant.
Cara cek jalan ditutup dan kondisi kemacetan real-time di Google Maps lewat fitur Lalu lintas di ponsel Android maupun iOS.
Luca Marini meninggalkan Honda HRC akhir musim 2026 dan bergabung dengan KTM Tech3 mulai MotoGP 2027 dengan kontrak hingga 2028.
Sebanyak 23 orang mendaftar Pilur PAW di lima kalurahan Sleman. DPRD meminta proses seleksi sesuai aturan dan menyoroti pengelolaan TKD.