Heboh Isu PHK Massal Sopir Tangki Sumut, Begini Penjelasan Pertamina
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Pelaku dilumpuhkan polisi./Okezone
Harianjogja.com, PEKANBARU - Polisi menemukan bahan peledak aktif pada tubuh terduga teroris yang tewas. Terduga teroris menyerang Mapolda Riau, di Pekanbaru, pada Rabu (16/5/2018).
Pelaku menerobos masuk ke Mapolda Riau menggunakan mobil.
Berdasarkan keterangan dari Kapolda Riau, Irjen Nandang, pelaku langsung menyerang petugas yang saat ini tengah menyiapkan rilis pengungkapan kasus narkoba.
Nandang mengatakan, petugas kemudian berhasil melumpuhkan empat terduga teroris yang melakukan penyerangan dengan menggunakan senjata tajam (sajam) jenis samurai.
"Berhasil dilumpuhkan keempatnya. Empat orang meinggal dunia," kata Nandang, Rabu (16/5/2018).
Dari salah satu tubuh terduga teroris itu, polisi menemukan bahan peledak aktif.
"Diperiksa di tubuhnya karena diduga membawa bahan peledak," ucapnya.
Nandang mengatakan, pihak kepolisian akan mengekspos bahan peledak di tubuh terduga teroris tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Okezone
Pertamina Patra Niaga mengoperasikan terminal dan SPBU 24 jam serta menambah 30 mobil tangki untuk mempercepat normalisasi distribusi BBM di Sumatera Utara.
Budaya literasi dinilai menjadi bekal penting bagi masyarakat untuk menangkal hoaks sekaligus menjaga identitas budaya Jogja di tengah derasnya arus informasi
Wisata Sungai Oya di Tahura Bunder viral. Pengelola menegaskan kawasan ini tidak gratis dan retribusi mengacu Perda DIY Nomor 11 Tahun 2023.
Basarnas menyatakan 46 penumpang KM Nurul Salsa yang tenggelam di perairan Selayar selamat. Sebanyak 23 orang masih dalam pencarian.
Jadwal KRL Solo-Jogja Jumat 17 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 dengan 12 perjalanan setiap hari.
Ekonom menilai pengembangan biofuel generasi kedua pasca-B50 menghadapi tantangan pembiayaan, bahan baku, teknologi, dan kepastian kebijakan.