Tragis! Pemuda Sragen Tewas Tertemper KA Malioboro Express
Seorang pemuda Sragen tewas tertemper KA Malioboro Express. Simak kronologi kejadian dan fakta lengkap di sini.
JIBI/HARIAN JOGJA/DESI SURYANTO ZIARAH 100 TAHUN -- Ratusan abdi dalem Keraton Ngayogyakarta bersama warga masyarakat naik anak tangga untuk masuk ke dalam kompleks makam makam raja-raja Mataram sesaat setelah berlangsungnya doa dan tahlil di Astono Saptorenggo, Imogiri, Bantul, Rabu (11/4). Ziarah raja-raja maratam ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Sultan Hamengku Buwono IX.
Harianjogja.com, JOGJA- Abdi dalem Kasunanan Surakarta yang mengabdi di makam Raja-raja Mataram Imogiri dan Kotagede mengeluh tidak diberi honor dari dana keistimewaan (danais).
Raden Tumenggung Pujo Dipuro, Juru Kunci Makam Kotagede bagian Surakarta mengatakan selama ini yang diberikan danais hanya abdi dalem dari Kraton Ngayogyakarta.
“Padahal kami sama-sama menjaga miliknya Jogja tapi tidak diperhatikan,” ujar Pujo Dipuro saat audensi bersama Pemda DIY dengan pendukung keistimewaan di XT Square, Kamis (25/9/2014).
Terakhir honor abdi dalem dari Kraton Ngayogyakarta, ujarnya, kembali dicairkan pada bulan ini. Ia menyayangkan abdi dalem dari Surakarta hanya dapat berulang kali mendengar cerita kegembiraan rekan mereka.
Menurut dia, rata-rata abdi dalem Kraton yang bertugas di makam dalam sebulan setidaknya mendapatkan Rp300.000, tapi biasanya pencairannya itu dirapel dalam beberapa bulan sekaligus. Sedangkan abdi dalem dari Kasunanan Surakarta, hanya mendapatkan honor maksimal Rp55.000 dari Kasunanan. Ia mengatakan honor tersebut sebenarnya lebih lebih besar dari yang diterima abdi dalem Kraton sebelum ada danais.Hal itu lantaran Pemprov Jawa Tengah sudah lama telah memberikan bantuan pembiayaan bagi Kasunanan Surakarta untuk menjaga aset budayanya.
“Kalau aslinya ya cuma Rp5.000-Rp15.000,” ungkap pria bernama asli Slamet tersebut.
Honor dari Kasunanan itu dianggapnya sebagai imbal pengabdian. Ia mengaku rela tak berpenghasilan besar dari pengabdiannya itu selama ini. Namun lantaran ada danais yang ditujukan untuk mensejahterakan warga, ia memberanikan untuk mempertanyakan ke Pemda DIY.
“Kalau enggak ada, enggak papa, rela. Tapi ini kan ada danais untuk kesejahteraan warga dan kami pun adalah warga DIY,” ujarnya.
Ia mengatakan abdi dalem Kasunanan Surakarta yang berada di Makam Kotagede dan Imogiri semuanya adalah warga DIY. Totalnya ada 80 abdi dalem, 20 di Makam Kotagede dan 60 lainnya mengabdi di Makam Imogiri.
Kendati begitu, ia tak ada niatan untuk berpindah menjadi abdi dalem Kraton Ngayogyakarta, karena pengabdian itu bukan untuk mengejar honor, melainkan sebuah kerelaan. Alasan mengabdinya di Kasunana Surakarta karena mewarisi leluhurnya.
Kepala Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) DIY Bambang Wisnu Handoyo mengaku tertarik dengan usulan dari abdi dalem Surakarta itu, karena Pemda DIY tak berpikir jauh ke sana.
“Bagus ini masukannya, akan kami pertimbangkan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Seorang pemuda Sragen tewas tertemper KA Malioboro Express. Simak kronologi kejadian dan fakta lengkap di sini.
Jadwal SIM keliling Sleman 19 Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM terbaru.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul 19 Juni 2026 lengkap lokasi, jam layanan, dan syarat perpanjangan SIM A dan C.
Jadwal Bus KSPN Jogja Juni 2026 lengkap dengan rute Malioboro ke pantai selatan. Tarif mulai Rp12.000, praktis dan tanpa transit.
Jadwal DAMRI Jogja ke Bandara YIA Juni 2026 lengkap dengan rute dan tarif. Cek keberangkatan dari berbagai titik strategis di Jogja.
Jadwal SIM keliling Kulonprogo 19 Juni 2026, lokasi SIMMADE Nanggulan, jam layanan, syarat, dan biaya perpanjangan SIM.