Blackout Karimun Belum Pulih, Warga Sewa Hotel demi Bekerja
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Harianjogja.com, KULONPROGO-Orangtua siswa kelas IX belum menerima pemberitahuan tentang pembatalan pungutan dari SMP negeri di Kulonprogo. Padahal, informasi yang diterima Dinas Pendidikan Kulonprogo, tiga SMP negeri yang bersangkutan, yakni SMPN 5 Wates, SMPN 2 Galur, dan SMPN 1 Pengasih sudah sepakat untuk membatalkan pungutan.
Marni, bukan nama sebenarnya, 33, salah satu http://www.harianjogja.com/baca/2014/06/17/pungutan-sekolah-smpn-5-wates-enggan-komentar-akui-kekurangan-mck-513836">orangtua siswa kelas IX SMPN 5 Wates, mengaku belum mendapat pemberitahuan terkait pembatalan pungutan. Bahkan, ia sempat menanyakan kepada anaknya untuk meminta informasi dari sekolah, namun hanya mendapat jawaban bagi yang berniat mengumpulkan uang pungutan dapat diserahkan pada ketua kelas masing-masing.
"Saya belum diberitahu pungutan jadi diberlakukan atau tidak, masalahnya uang sebesar Rp200.000 cukup memberatkan bagi orangtua apalagi masih harus mencari sekolah baru bagi anak," jelasnya kepada Harianjogja.com akhir pekan lalu.
Salah satu orangtua siswa kelas IX SMPN 1 Pengasih yang enggan disebutkan namanya juga membeberkan belum mendapat pemberitahuan soal pembatalan pungutan. Bahkan, ia sudah menyerahkan uang pungutan kepada sekolah beberapa waktu lalu.
"Tidak ada pemberitahuan pengambilan lagi, tapi ya sudah mau bagaimana lagi, sudah diberikan juga," ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo, Sumarsana, mengatakan mendapat laporan dari SMPN 1 Pengasih akan membatalkan pungutan dan sudah mengeluarkan surat edaran, sehingga orangtua tidak perlu membayar pungutan yang ditentukan. Demikian pula halnya dengan komite sekolah SMPN 5 Wates, terangnya, sudah menghubungi dan sepakat tidak akan memungut sepeser pun dari orangtua siswa.
"Pada dasarnya kami melarang keras sekolah meminta sumbangan pada orangtua siswa, terlebih beban orangtua masih banyak, salah satunya mencari sekolah baru bagi anak yang memerlukan biaya tidak sedikit," ungkapnya.
Sampai dengan berita ini diturunkan, Kepala Sekolah SMPN 5 Wates belum memberikan konfirmasi terkait mekanisme pembatalan. Harianjogja.com mencoba menghubungi melalui telepon seluler namun tidak ada jawaban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemadaman listrik di Karimun belum sepenuhnya pulih. Warga menyewa hotel demi bekerja, sementara PLN mempercepat pemulihan sistem.
Esensi digitalisasi bagi Kelompok Pengrajin Batik Rinakit merupakan gambaran semangat para pelaku ekonomi kreatif
Polisi menyebut dugaan aksi asusila di kafe di Kota Jogja dapat diproses sebagai tindak pidana pornografi jika disertai bukti yang valid.
Rusia mendukung program nuklir Korea Utara dan menolak seruan denuklirisasi Semenanjung Korea karena meningkatnya ketegangan kawasan.
Kejagung menyiapkan kantor sementara dan pejabat struktural untuk operasional tujuh Kejari baru yang dibentuk melalui Perpres Nomor 40 Tahun 2026.
Kasus kebakaran lahan di Gunungkidul meningkat menjadi 15 kasus selama musim kemarau. Warga diminta tidak membakar sampah sembarangan.