Korban Gelombang Panas di Spanyol Tembus 3.800 Jiwa

Newswire
Newswire Selasa, 28 Juli 2026 14:07 WIB
Korban Gelombang Panas di Spanyol Tembus 3.800 Jiwa

Ilustrasi cuaca panas/Magnific

Harianjogja.com, JAKARTA—Lebih dari 3.800 orang meninggal dunia akibat gelombang panas yang melanda Spanyol sejak awal tahun ini. Pemerintah Spanyol juga menyiapkan langkah perlindungan bagi masyarakat di tengah cuaca ekstrem yang terjadi bersamaan dengan kebakaran hutan di sejumlah wilayah.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menyampaikan informasi tersebut pada Senin saat mengumumkan proyek pembangunan jaringan fasilitas perlindungan komprehensif bagi warga dari suhu ekstrem Climate Shelters Network.

"Suhu panas telah merenggut lebih dari 3.800 nyawa," ujar Sanchez.

Pemerintah Spanyol berencana mengalokasikan dana sebesar 10 juta euro (sekitar Rp205,54 miliar) untuk membangun sejumlah fasilitas perlindungan baru guna melindungi masyarakat dari kondisi cuaca ekstrem.

"Kami menyetujui pemberian dukungan senilai 10 juta euro untuk mendanai (pembangunan) tempat-tempat perlindungan baru, termasuk di sejumlah institusi pendidikan," tambah Sanchez.

Pekan lalu, pemerintah Spanyol menetapkan status darurat nasional di wilayah otonom Madrid serta di Provinsi Avila dan Provinsi Toledo akibat kebakaran hutan yang terus meluas.

Pada awal Juni lalu, Kementerian Kesehatan Spanyol melaporkan bahwa suhu tinggi yang ekstrem di negara tersebut telah merenggut lebih dari 27 ribu nyawa sepanjang 2015 hingga 2025.

Di sisi lain, kebakaran hutan di Provinsi Avila, Spanyol, telah menghanguskan sekitar 50 ribu hektar dan menjadi bencana kebakaran terbesar dalam sejarah negara itu. Informasi tersebut disampaikan media Spanyol La Sexta seperti diberitakan RIA Novosti dari Moskow, Senin.

Sejak awal 2026, Spanyol telah mencatat 32 kebakaran hutan hebat yang menghanguskan sekitar 153 ribu hektar lahan.

Dampak bencana tersebut juga memaksa sekitar 90 ribu orang di Avila, Madrid, dan Toledo dievakuasi maupun diminta untuk tetap berada di rumah. Sementara itu, 16 ribu orang lainnya di Castellon juga dievakuasi.

Sebelumnya, kebakaran hutan juga terjadi di Provinsi Guadalajara, Spanyol. Peristiwa itu bahkan tercatat sebagai kebakaran terbesar dalam sejarah wilayah Castilla-La Mancha.

Sekitar 26.000 hektare lahan dilaporkan terbakar, sementara 28 kota bersiaga dan sekitar 1.200 warga terpaksa mengungsi akibat kobaran api yang belum dapat dikendalikan.

Berdasarkan laporan harian Spanyol, El Pais, kebakaran hutan mulai terjadi pada Kamis (16/7/2026) di kawasan Sierra Norte de Guadalajara. Pemerintah daerah memperingatkan kondisi cuaca yang memburuk berpotensi mempercepat penyebaran api.

Presiden Castilla-La Mancha Emiliano García-Page mengatakan kebakaran tersebut telah menjadi kebakaran hutan terbesar yang pernah tercatat di wilayah itu jika dilihat dari luas area yang terbakar.

Perimeter kebakaran kini membentang hingga sekitar 120 kilometer sehingga menyulitkan upaya pemadaman yang dilakukan petugas gabungan.

Otoritas Garda Sipil Spanyol juga menyatakan enam desa tambahan dievakuasi pada Senin pagi setelah perkembangan kebakaran dinilai semakin mengkhawatirkan. Evakuasi terbaru tersebut berdampak terhadap sedikitnya 265 penduduk.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online