Modifikasi Cuaca Jakarta Butuh 40 Ton Garam

Jum'at, 01 Februari 2013 20:45 WIB
Modifikasi Cuaca Jakarta Butuh 40 Ton Garam

Ilustrasi (google.news)

http://images.harianjogja.com/2013/02/gambar-perkiraan-kecepatan-angin.jpg" alt="" width="350" height="264" />JAKARTA— Penerapan teknologi modifikasi cuaca telah menghabiskn 40 ton garam atau NaCL. Penerapan itu berlangsung sejak pekan lalu, dengan jumlah penerbangan sebanyak 10 kali.

Dalam siaran pers Badan Pengajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Jumat (1/2/2013), disebutkan lokasi penyemaian awan melalui pesawat dilakukan di sekitar pantai barat Pulau Jawa untuk menghambat datangnya awan jenuh ke wilayah Jabodetabek.

Sementara penyemaian dari darat yang menggunakan ground base generator (GBG) di wilayah Jabodetabek dilakukan tiga kali setiap harinya.

BPPT mengklaim selama 6 hari teknologi modifikasi cuaca (TMC) diberlakukan telah berhasil mengurangi intensitas curah hujan dan risiko banjir di wilayah Jabodetabek.

Proses penyemaian terus dilanjutkan dan direncakan dua sorti penerbangan kembali dilakukan Jumat (1/2) ini. Meskipun begitu, efektivitas TMC bergantung pada kondisi cuaca dan dinamika atmosfer yang ada. (Kabar24/nj)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Laila Rochmatin
Laila Rochmatin Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online