KSAD Pimpin Pemakaman Sertu Heri, Korban Kecelakaan Mi-17

Newswire
Newswire Sabtu, 07 November 2026 20:27 WIB
KSAD Pimpin Pemakaman Sertu Heri, Korban Kecelakaan Mi-17

KSAD Tandyo Budi Revita memimpin pemakaman Sertu Heri Prasetyo yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17 saat memadamkan karhutla. /Antara.

Harianjogja.com, TRENGGALEK—Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Tandyo Budi Revita memimpin upacara pemakaman militer Sertu (Anumerta) Heri Prasetyo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu. Heri merupakan salah satu prajurit yang gugur dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Upacara militer tersebut digelar sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian Heri selama menjalankan tugas penanggulangan karhutla. Prajurit TNI AD itu gugur ketika helikopter yang digunakan dalam misi pemadaman melalui metode water bombing mengalami kecelakaan di wilayah Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).

Sebelum dimakamkan, jenazah Heri terlebih dahulu dipulangkan ke kampung halamannya di Desa Gandusari, Kecamatan Gandusari, Trenggalek. Jenazah tiba di rumah duka sekitar pukul 11.05 WIB setelah diterbangkan dari Kalimantan Tengah melalui Bandara Internasional Dhoho, Kabupaten Kediri.

Kedatangan jenazah disambut keluarga dan kerabat dalam suasana duka. Peti jenazah kemudian dibawa ke Masjid Al Ikhlas untuk dishalatkan.

Setelah itu, jenazah disemayamkan sejenak di rumah duka sebelum diberangkatkan menuju TMP Trenggalek untuk menjalani prosesi pemakaman secara militer yang dipimpin langsung KSAD.

Dievakuasi Terakhir dari Lokasi Kecelakaan

Heri merupakan anggota Skadron 31/Amur Yudha Cakti Pusat Penerbangan TNI Angkatan Darat (Puspenerbad). Dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 tersebut, terdapat delapan awak anggota TNI yang tercatat sebagai penumpang, termasuk pilot.

Dari delapan orang tersebut, lima orang dinyatakan selamat, sedangkan tiga lainnya meninggal dunia, termasuk Heri Prasetyo.

KSAD menyebut proses evakuasi jenazah Heri berlangsung paling akhir dibandingkan korban lainnya. Tim SAR gabungan baru berhasil mengevakuasinya dari lokasi kecelakaan pada Jumat (6/11) pagi.

Posisi jenazah yang terjebak di dalam kabin helikopter menjadi kendala dalam proses evakuasi. Saat ditemukan, Heri masih mengenakan safety belt di dalam helikopter yang tenggelam.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa menggunakan kapal cepat Basarnas menuju Pelabuhan Sigintung. Selanjutnya, jenazah menjalani proses pemulangan ke kampung halaman di Trenggalek, Jawa Timur.

Dalam insiden kecelakaan helikopter tersebut, Heri gugur bersama dua prajurit TNI AD lainnya, yakni Letkol Cpn (Anumerta) Dudi Firmansyah dan Kapten Cpn (Anumerta) Nurhafiz Akbar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online