Prabowo Sebut Sejumlah Pejabat Kabinet Alumni SMA Taruna Nusantara

Newswire
Newswire Sabtu, 31 Oktober 2026 07:47 WIB
Prabowo Sebut Sejumlah Pejabat Kabinet Alumni SMA Taruna Nusantara

Presiden Prabowo Subianto pimpin Sidang Kabinet Paripurna 2 Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri, Rabu (21/10/2026)./BPMI Sekretariat Presiden\r\n\r\n

Harianjogja.com, CIMAHI—Presiden Prabowo Subianto menyebut sejumlah pejabat penting di pemerintahan saat ini merupakan lulusan SMA Taruna Nusantara. Menurut dia, sekolah tersebut sejak awal dirancang untuk membina generasi muda berprestasi agar tumbuh menjadi calon pemimpin yang berkontribusi dalam pembangunan nasional.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat. Rekaman acara tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Dalam sambutannya, Prabowo menyebut sejumlah alumni SMA Taruna Nusantara telah menduduki jabatan strategis, mulai dari menteri koordinator hingga kepala lembaga negara.

"Sudah ada menteri koordinator, sudah ada berapa? Ada dua menko, sudah ada jenderal, sudah ada Mensesneg, sudah ada Seskab, Kepala BMKG, Kepala BNPB juga lulusan TN, Kepala Badan Gizi Nasional TN. Mungkin di kabinet banyak sekali TN yang mulai muncul," katanya.

Sejumlah pejabat yang dimaksud antara lain Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Selain itu, terdapat Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Kristomei Sianturi, dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.

SMA Taruna Nusantara Disiapkan Cetak Calon Pemimpin

Prabowo menjelaskan SMA Taruna Nusantara sejak awal dibentuk untuk menjaring anak-anak berprestasi dari berbagai daerah dan latar belakang. Mereka diharapkan mendapat pembinaan agar mampu menjadi pemimpin yang baik.

"SMA Taruna Nusantara lahir sebagai gagasan untuk mencari tunas-tunas pemimpin-pemimpin yang baik. Gagasan awal adalah kita cari anak-anak yang terpintar dari seluruh Indonesia, dari semua golongan, dari semua suku, semua ras, dan semua agama," ia menjelaskan.

Namun, menurut Prabowo, kecerdasan akademik bukan satu-satunya ukuran untuk membentuk pemimpin unggul. Seorang pemimpin juga harus memiliki kualitas fisik, jiwa, dan hati yang baik.

"Orang pintar tapi hatinya jahat sangat berbahaya. Yang terjadi adalah penderitaan, ketidakadilan, bencana," katanya.

Ia mengingatkan para siswa agar menjadikan nilai kebangsaan, Pancasila, patriotisme, dan persatuan sebagai landasan selama menempuh pendidikan maupun ketika kelak mengabdi kepada negara.

Pendidikan Jadi Kunci Pembangunan Bangsa

Prabowo juga menekankan pendidikan sebagai salah satu kunci utama pembangunan nasional. Menurut dia, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia unggul yang mampu berkontribusi di berbagai bidang.

SMA Taruna Nusantara menjadi salah satu lembaga pendidikan yang disiapkan untuk melahirkan sumber daya manusia tersebut. Saat ini, sekolah tersebut memiliki kampus di Magelang, Malang, Cimahi, Pagar Alam, Minahasa, dan Ibu Kota Nusantara.

Presiden berpesan kepada para siswa, guru, dan pamong SMA Taruna Nusantara agar terus menanamkan nilai kebangsaan dan integritas. Ia menilai negara membutuhkan generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki kejujuran dan kecintaan terhadap tanah air.

"Tanamkan terus nilai patriotisme integritas daripada ratusan orang pintar, berilah kepada negara pemuda-pemudi yang jujur, yang bersih hatinya, yang penuh cinta tanah air, baru kita berhasil sebagai bangsa dan negara," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online