Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Pertalite 16-18 Hari

Newswire
Newswire Senin, 19 Oktober 2026 22:47 WIB
Bahlil Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Pertalite 16-18 Hari

Nozzle BBM - Foto dibuat oleh AI/StockCake

Harianjogja.com, JAKARTA— Cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional dipastikan masih dalam kondisi aman di tengah ketidakpastian global. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyebut stok Pertalite cukup untuk 16-18 hari, sedangkan BBM dengan RON 92, RON 95, RON 98, serta solar memiliki cadangan di atas 20 hari.

Bahlil menyampaikan hal tersebut setelah mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.

"Saya dapat pastikan bahwa cadangan nasional kita untuk pertalite itu 16 sampai 18 hari. Untuk yang RON 92, RON 95, RON 98 itu di atas 20 hari semua. Termasuk solar kita semua di atas 20 hari," kata Bahlil dalam pernyataan pers.

Pemerintah juga memantau perkembangan harga minyak mentah dunia serta distribusi BBM di sejumlah daerah. Menurut Bahlil, kondisi global yang semakin tidak menentu menjadi salah satu hal yang dilaporkan kepada Presiden.

Harga Minyak Mentah Indonesia Tembus US$106 per Barel

Bahlil menjelaskan harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) saat ini berada di kisaran US$105-US$106 per barel.

Sementara itu, rata-rata harga ICP sejak Januari hingga Oktober 2026 tercatat berada di kisaran US$91-US$92 per barel.

Menurut dia, perkembangan harga minyak tersebut menjadi bagian dari situasi global yang semakin tidak menentu. Di tengah kondisi itu, pemerintah memastikan cadangan BBM nasional tetap terjaga.

Cadangan BBM Bali Ditargetkan 15 Hari

Selain melaporkan kondisi stok nasional, Bahlil menyampaikan perkembangan pasokan BBM di Bali. Sebelumnya, distribusi BBM di wilayah tersebut sempat mengalami kendala akibat keterlambatan kapal pengangkut pasokan dari Jawa.

Bahlil mengatakan cadangan BBM Bali kini meningkat menjadi 11-12 hari. Pemerintah meminta agar jumlah tersebut kembali ditingkatkan hingga mencapai 15 hari dalam satu minggu ke depan.

"Sekarang statusnya Bali cadangannya kita naikkan, sekarang per hari ini sudah menjadi 11 sampai 12 hari, dan saya minta untuk satu minggu ke depan bisa mencapai dengan 15 hari, sehingga dia betul-betul sama dengan standar nasional," ucap dia.

Menurut Bahlil, kendala distribusi BBM di Bali telah terurai berkat koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan Pertamina.

Dengan peningkatan cadangan tersebut, pemerintah menargetkan stok BBM Bali mencapai 15 hari agar setara dengan standar nasional yang ditetapkan.

Gangguan Pasokan di Bangkalan dan Sampang Teratasi

Bahlil juga menyinggung laporan gangguan pasokan BBM di Kabupaten Bangkalan dan Sampang, Jawa Timur. Menurut dia, Pertamina telah melaporkan bahwa persoalan tersebut dapat ditangani melalui penyaluran pasokan tambahan.

Ia menegaskan gangguan yang terjadi di sejumlah daerah itu berkaitan dengan distribusi, bukan kondisi cadangan BBM nasional secara keseluruhan.

"Saya sudah mendapat laporan bahwa sudah bisa terurai dengan pasokan yang sudah mereka lakukan di sana, (penyebabnya) distribusi. Cadangan nasional kita kan di 16 sampai 18 hari," kata Bahlil.

Pemerintah pun terus memantau distribusi BBM di daerah yang sempat mengalami kendala. Sementara itu, berdasarkan laporan Bahlil, cadangan nasional untuk Pertalite berada pada kisaran 16-18 hari dan sejumlah jenis BBM lainnya di atas 20 hari.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online