Lazio Bekuk Juventus 3-0
Provstgaard membuka keunggulan Lazio. Isaksen menggandakan, sebelum Dele-Bashiru memastikan kemenangan tim tamu lewat gol pada menit ke-89.
Kondisi Jalanan Kota Pekanbaru terpantau asap mulai menyelimuti dengan kualitas udara tidak sehat. Antara/Bayu Agustari Adha\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA—Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji efektivitas penggunaan es kering atau dry ice dalam operasi modifikasi cuaca untuk membantu penanggulangan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Metode ini tengah diuji untuk mengetahui apakah pendinginan lokal di atmosfer dapat melemahkan lapisan inversi dan mendukung pertumbuhan awan.
Perekayasa Utama Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, Florentinus Heru Widodo, menjelaskan bahwa penyemaian es kering atau karbon dioksida padat menjadi salah satu pendekatan yang dicoba tim terpadu dalam operasi modifikasi cuaca.
BRIN memberikan dukungan berupa evaluasi dan kajian ilmiah untuk menilai mekanisme serta efektivitas metode tersebut. Hasilnya akan ditelaah berdasarkan pengamatan dan analisis data atmosfer, bukan sekadar perkiraan mengenai cara kerja es kering.
Bagaimana es kering bekerja di atmosfer?
Heru menjelaskan penggunaan es kering dalam operasi ini berbeda dari penyemaian awan yang bertujuan meningkatkan peluang turunnya hujan pada awan yang memenuhi persyaratan. Dalam pendekatan tersebut, es kering digunakan untuk menguji kemungkinan perubahan kondisi termal pada lapisan inversi.
"Es kering memiliki suhu sekitar minus 78,5 derajat Celsius. Ketika dilepaskan ke atmosfer, bahan tersebut mengalami sublimasi, yakni perubahan dari fase padat menjadi gas, sambil menyerap panas dari lingkungan sekitarnya," kata dia.
Secara konseptual, pendinginan lokal yang dihasilkan diharapkan memengaruhi perbedaan suhu dan kerapatan udara. Kondisi tersebut berpotensi memicu pergerakan udara setempat sekaligus meningkatkan peluang terjadinya pencampuran udara secara vertikal.
Apabila perubahan yang terjadi cukup besar dan kondisi atmosfer mendukung, lapisan inversi berpotensi melemah. Dengan demikian, udara di atmosfer dapat bergerak lebih bebas dan peluang pertumbuhan awan dapat meningkat.
"Penggunaan es kering diharapkan dapat menimbulkan pendinginan lokal dan memengaruhi kestabilan udara pada lapisan inversi. Namun, mekanisme ini masih merupakan hipotesis ilmiah. Kita harus menguji apakah perubahan yang dihasilkan benar-benar cukup untuk melemahkan inversi dan mendukung pertumbuhan awan," ujarnya melanjutkan.
Efektivitas es kering masih harus dibuktikan
Meski memiliki dasar konseptual, penggunaan es kering untuk memengaruhi lapisan inversi belum dapat dinyatakan efektif tanpa pembuktian melalui pengamatan ilmiah. Heru mengingatkan lapisan inversi bisa mencakup wilayah yang luas dan memiliki tingkat kestabilan berbeda-beda.
Akibatnya, perubahan suhu yang terjadi di satu lokasi belum tentu cukup untuk mengubah kondisi atmosfer secara keseluruhan. Keberhasilan metode ini juga tidak bisa disimpulkan hanya dari perkiraan mekanisme pendinginan yang dihasilkan es kering.
Menurut Heru, pengamatan dan analisis data atmosfer diperlukan untuk memastikan apakah perlakuan yang diberikan benar-benar memengaruhi lapisan inversi atau justru perubahan yang teramati berkaitan dengan dinamika cuaca lainnya.
BRIN analisis data atmosfer dan ketebalan inversi
Untuk mengevaluasi operasi modifikasi cuaca tersebut, BRIN dapat melakukan analisis berdasarkan data pengamatan atmosfer yang dikumpulkan instansi pelaksana operasi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Data yang diperlukan meliputi profil suhu udara secara vertikal, kelembapan, ketinggian dan ketebalan lapisan inversi, serta parameter kestabilan atmosfer. Informasi tersebut digunakan untuk menilai kondisi udara dan mengidentifikasi perubahan yang mungkin terjadi selama operasi.
Salah satu instrumen pengamatan yang dapat dimanfaatkan adalah radiosonde. Instrumen ini memberikan informasi mengenai suhu, kelembapan, dan parameter meteorologi lainnya pada berbagai ketinggian atmosfer.
Selain itu, data pengamatan suhu selama penerbangan dapat digunakan untuk mengidentifikasi lapisan tempat terjadinya inversi sekaligus memperkirakan ketebalannya.
Pengamatan perlu dilakukan secara sistematis dalam tiga tahap, yakni sebelum, selama, dan sesudah penyemaian es kering. Dengan cara tersebut, perubahan kondisi udara dapat didokumentasikan dan dibandingkan untuk mendukung evaluasi efektivitas metode.
Heru menegaskan bahwa keberhasilan teknologi modifikasi cuaca sangat dipengaruhi oleh kondisi atmosfer ketika operasi berlangsung. Karena itu, pengumpulan data menjadi bagian penting dalam menilai apakah metode yang diterapkan memberikan perubahan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
"Kita ingin memastikan bahwa setiap teknologi yang digunakan dalam penanggulangan bencana memiliki dasar ilmiah yang kuat. Data pengamatan menjadi kunci untuk mengetahui apakah perlakuan yang diberikan benar-benar mempengaruhi lapisan inversi, atau apakah perubahan kondisi yang terjadi juga dipengaruhi dinamika cuaca lainnya," tutur Florentinus Heru Widodo.
Kajian BRIN tersebut menjadi bagian dari evaluasi ilmiah terhadap penggunaan es kering dalam penanggulangan kabut asap karhutla. Efektivitasnya tetap memerlukan pembuktian melalui data pengamatan atmosfer dan analisis kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Provstgaard membuka keunggulan Lazio. Isaksen menggandakan, sebelum Dele-Bashiru memastikan kemenangan tim tamu lewat gol pada menit ke-89.
TNI AL memusnahkan 4.364 cartridge vape berisi narkotika senilai Rp34,9 miliar di Lampung. Barang bukti ditemukan di bus rute Medan-Tangerang.
UMKM binaan Astra mencatat potensi transaksi Rp104,9 miliar di Trade Expo Indonesia 2026, termasuk peluang ekspor ke Australia dan Jepang.
Survei BI mencatat SBT dunia usaha turun menjadi 11,46% pada kuartal III/2026. Simak sektor yang melambat dan prospek kuartal IV.
Kasus ISPA Bantul mencapai 11.883 pada April. DPRD meminta penguatan fasilitas Puskesmas dan pencegahan pembakaran lahan.
Kerusuhan Prancis meluas setelah demonstrasi biaya hidup. Sekitar 2.400 orang ditangkap dan 1.000 polisi terluka, Macron serukan ketertiban.