Pemerintah Dorong 22,5 Juta Penerima Bansos Bisa Lebih Mandiri

Newswire
Newswire Minggu, 18 Oktober 2026 23:57 WIB
Pemerintah Dorong 22,5 Juta Penerima Bansos Bisa Lebih Mandiri

Ketua Umum DPP PKB sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar menghadiri acara Khataman Al-Qur\'an bil Hifzhi dan Silaturahim Nasional III Jam\'iyah Mudarasatil Qur\'an lil Hafidzat di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu 18/10/2026)./Antara-Agung Dwi Prakoso\r\n

Harianjogja.com, BANTUL—Pemerintah mendorong peningkatan kesejahteraan sekitar 22,5 juta penerima bantuan sosial (bansos) melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi jumlah penerima bantuan setiap tahun sekaligus mendorong masyarakat agar mampu hidup mandiri, tangguh, dan produktif.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar mengatakan, pemerintah akan terus berupaya agar masyarakat yang selama ini menerima bansos dapat meningkatkan taraf hidupnya dan tidak lagi bergantung pada bantuan.

“Kita akan dorong terus, kerja keras, usahakan tiap tahun dari 22,5 juta itu akan terus menurun jumlahnya menjadi masyarakat yang kuat dan mandiri,” katanya saat menghadiri Khataman Al-Qur’an bil Hifzhi dan Silaturahim Nasional III Jam’iyah Mudarasatil Qur’an lil Hafidzat (JMQH) di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (18/10/2026).

Penurunan Penerima Bansos Jadi Indikator Pemberdayaan

Menurut Muhaimin, penurunan jumlah penerima bansos dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan mampu memperbaiki kondisi ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.

“Itulah yang disebut pemberdayaan, di mana seluruh masyarakat harus naik kelas dengan berbagai kekuatannya untuk mandiri, tangguh dan produktif,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu juga mendorong masyarakat Indonesia untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan. Masyarakat, menurut dia, tidak seharusnya hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga perlu berperan sebagai subjek yang ikut menentukan kemajuan lingkungan dan bangsa.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan ialah melalui kelompok-kelompok masyarakat yang menjalankan kegiatan positif. Keterlibatan kelompok masyarakat dinilai dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat pemberdayaan dan mendorong kemajuan bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Cak Imin turut menyoroti potensi Jam’iyah Mudarasatil Qur’an lil Hafidzat (JMQH) untuk berkontribusi bagi kemajuan Indonesia. Organisasi tersebut dinilai memiliki kekuatan yang dapat dikembangkan untuk mendukung pembangunan pada masa mendatang.

“JMQH ini punya potensi yang besar dan bisa menjadi kekuatan untuk membawa kemajuan bangsa Indonesia di masa yang akan datang,” katanya.

Pemerintah Dorong Pengentasan Kemiskinan

Muhaimin mengatakan pemerintah terus menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan. Namun, ia mengakui persoalan tersebut tidak mudah diselesaikan apabila hanya mengandalkan upaya pemerintah tanpa dukungan berbagai pihak.

Karena itu, keterlibatan masyarakat dinilai penting untuk membantu mengatasi beragam persoalan yang masih dihadapi bangsa Indonesia, termasuk kemiskinan, musibah, dan bencana.

“Kami butuh dukungan untuk membawa bangsa Indonesia lepas dari berbagai penderitaan dan berbagai masalah yang dihadapi, antara lain kemiskinan, musibah dan bencana,” ujarnya.

Cak Imin Minta Doa untuk Korban Karhutla

Di hadapan sekitar 33.000 anggota JMQH yang menghadiri kegiatan tersebut, Cak Imin juga mengajak masyarakat mendoakan warga yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia berharap masyarakat yang menghadapi bencana tersebut diberikan kekuatan dan kebakaran dapat segera berakhir.

Selain warga terdampak, ia secara khusus menyampaikan harapan agar para relawan yang bertugas membantu masyarakat memperoleh keselamatan dan kesehatan.

“Semuanya tetap sehat, terutama kepada para relawan yang bekerja keras menyerahkan jiwa raganya untuk membantu saudara-saudaranya diberi keselamatan dan kesehatan,” katanya.

Pemerintah berharap program pemberdayaan masyarakat dapat terus mendorong peningkatan kesejahteraan, sehingga semakin banyak penerima bansos yang mampu memperkuat kondisi ekonomi dan menjalani kehidupan secara mandiri.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online