Polisi Buru WNA C dalam Kasus Etomidate Rp2,8 Miliar di PIK

Jumali
Jumali Senin, 19 Oktober 2026 13:07 WIB
Polisi Buru WNA C dalam Kasus Etomidate Rp2,8 Miliar di PIK

Foto ilustrasi penyalahgunaan narkoba. - Freepik

Harianjogja.com, JAKARTA—Polisi memburu warga negara asing (WNA) berinisial C yang diduga memerintahkan peredaran 400 unit etomidate senilai sekitar Rp2,8 miliar di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) I, Penjaringan, Jakarta Utara. C telah masuk daftar pencarian orang (DPO).

Kasat Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Trendy Habibi Ariyanto, mengatakan C diduga menyuruh pria berinisial T mengambil, membawa, dan mengedarkan etomidate di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

“Dari interogasi yang dilakukan terhadap pelaku berinisial T yang sudah ditangkap, pelaku ini mendapat perintah dari warga negara asing berinisial C,” kata Trendy di Jakarta, Senin.

Menurut Trendy, pengejaran terhadap C masih berlangsung. Polisi juga mengembangkan penyidikan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“WNA ini sudah kami jadikan daftar pencarian orang (DPO) dan kami mohon doa agar pelaku ini dapat ditangkap dan bisa mengungkap jaringan besar di kasus ini,” ujarnya.

Etomidate Dikemas dalam Bungkus Menyerupai Kopi

Polisi menyita 400 unit etomidate yang ditaksir bernilai Rp2,8 miliar dalam pengungkapan kasus tersebut. Petugas turut mengamankan dua telepon seluler yang diduga digunakan T untuk berkomunikasi dengan C.

Trendy menjelaskan, pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran gelap zat tersebut di wilayah Tanjung Priok.

Setelah menindaklanjuti informasi itu, petugas menangkap T di kawasan PIK I. Saat ditangkap, T membawa 400 unit etomidate yang dikemas dalam delapan bungkus menyerupai kemasan kopi.

“Kami menangkap pelaku berinisial T yang kedapatan membawa 400 pcs narkoba jenis etomidate yang dibawa dalam delapan bungkus menyerupai kopi untuk mengelabui barang haram tersebut,” kata Trendy.

Polisi masih mendalami kasus tersebut untuk mengungkap jalur distribusi dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.

Etomidate adalah obat anestesi yang sering dijadikan andalan dalam penanganan medis darurat, terutama pada pasien kondisi kritis. Namun, obat ini juga sering disalahgunakan sebagai campuran dalam vape atau bahkan narkoba. Padahal, penggunaan etomidate di luar indikasi medis dapat menimbulkan efek samping serius.

Etomidate sering menjadi pilihan utama di ruang gawat darurat karena bekerja cepat dalam membuat pasien tidak sadarkan diri dalam waktu singkat. Selain itu, obat ini umumnya tidak terlalu memengaruhi kerja jantung maupun tekanan darah, sehingga lebih aman digunakan pada pasien dengan penyakit jantung atau tekanan darah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online