Titik Panas Sumatera Melonjak Jadi 4.845, Riau Diselimuti Asap

Newswire
Newswire Kamis, 08 Oktober 2026 11:47 WIB
Titik Panas Sumatera Melonjak Jadi 4.845, Riau Diselimuti Asap

Kondisi Jalanan Kota Pekanbaru terpantau asap mulai menyelimuti dengan kualitas udara tidak sehat. Antara/Bayu Agustari Adha\r\n

Harianjogja.com, PEKANBARU—Jumlah titik panas di Pulau Sumatera melonjak menjadi 4.845 titik dari sebelumnya 3.157 titik. Kondisi tersebut turut memicu kabut asap di Provinsi Riau dengan kualitas udara masuk kategori sangat tidak sehat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Provinsi Riau, mendeteksi 4.845 titik panas tersebut berdasarkan pembaruan data hingga pukul 23.00 WIB, Rabu (7/10) malam.

Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yasir P, mengatakan Sumatera Selatan menjadi wilayah dengan kontribusi titik panas paling tinggi. Jumlahnya mencapai 3.847 titik.

"Selain Sumatera Selatan, titik panas cukup tinggi juga terpantau di Jambi sebanyak 384 titik, Bangka Belitung (316), dan Lampung (251)," katanya di Pekanbaru, Kamis.

Sebaran Titik Panas di Sumatera

Selain Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung, titik panas juga terpantau di sejumlah wilayah Sumatera lainnya.

BMKG mencatat Riau dan Bengkulu masing-masing memiliki 19 titik panas. Selanjutnya Sumatera Utara lima titik, Sumatera Barat dua titik, serta Kepulauan Riau dan Aceh masing-masing satu titik.

Kenaikan jumlah titik panas tersebut terjadi dari 3.157 titik yang terpantau pada Rabu (6/10) sore menjadi 4.845 titik berdasarkan pembaruan data BMKG.

Titik Panas di Riau

Di Provinsi Riau, sebaran titik panas terdapat di empat wilayah. Kabupaten Kuantan Singingi menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni 15 titik.

Sementara itu, Kabupaten Inderagiri Hulu, Rokan Hilir, Siak, dan Kota Dumai masing-masing terpantau satu titik panas.

Kondisi titik panas di bagian selatan Sumatera tersebut mengakibatkan kabut asap di Provinsi Riau. Dampaknya terlihat dari konsentrasi partikulat dalam Indeks Standar Pencemaran Udara yang meningkat sejak Kamis dini hari.

Konsentrasi partikulat tersebut masuk kategori sangat tidak sehat, yakni di atas 200 mikrogram per meter kubik.

BMKG Minta Warga Waspada

Dengan kondisi asap yang masih tebal di Riau, BMKG mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampaknya bagi kesehatan, terutama terhadap sistem pernapasan.

"Kami mengimbau untuk sobat memakai masker saat beraktivitas di luar ruangan dan membatasi aktivitas di luar rumah apabila kondisi asap semakin pekat," katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online