Kemenkes Siapkan 10.000 Alat Deteksi TBC untuk Puskesmas

Newswire
Newswire Rabu, 14 Oktober 2026 18:27 WIB
Kemenkes Siapkan 10.000 Alat Deteksi TBC untuk Puskesmas

Skrining TBC - Ilustrasi Antara

Harianjogja.com, DEMAK—Kementerian Kesehatan menyiapkan 10.000 unit alat diagnostik Near Point-of-Care (NPOC) untuk memperluas akses pemeriksaan tuberkulosis (TBC) di puskesmas seluruh Indonesia. Distribusi alat tersebut dilakukan secara bertahap, dengan pemenuhan kebutuhan puskesmas di Pulau Jawa menjadi salah satu prioritas awal.

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus mengatakan pengadaan alat itu bertujuan mempercepat deteksi TBC, termasuk di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Wilayah tersebut memiliki 27 puskesmas yang menjadi sasaran distribusi peralatan diagnostik.

"Pengadaan alat tersebut dilakukan untuk memperluas akses pemeriksaan TB, termasuk di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, yang memiliki 27 puskesmas," kata Benjamin saat meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), Kecamatan Karanganyar, Demak, Rabu (14/10/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Benjamin didampingi Bupati Demak Eisti'anah dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dr. Ali Maimun.

Distribusi Alat NPOC Dilakukan Bertahap

Benjamin menyebutkan pengiriman alat diagnostik NPOC ke seluruh puskesmas di Kabupaten Demak ditargetkan berlangsung pada pekan ini. Peralatan tersebut diharapkan membantu mempercepat proses deteksi dini TBC.

Sebanyak 2.700 unit alat NPOC telah tiba pada pekan sebelumnya. Pemerintah menjadwalkan kedatangan tambahan alat pada pekan berikutnya sehingga jumlah yang tersedia mencapai 5.600 unit untuk memenuhi kebutuhan puskesmas di Pulau Jawa.

"Jika di Pulau Jawa terpenuhi, nantinya puskesmas di luar Pulau Jawa juga akan dipenuhi karena pemerintah memesan alat tersebut hingga 10.000 unit," ujarnya.

Selain NPOC, pemerintah menyiapkan alat rontgen bergerak atau mobile X-ray untuk membantu pemeriksaan dan mendeteksi penyakit di puskesmas. Pengoperasian peralatan tersebut akan didukung tenaga radiografer agar pemeriksaan berjalan optimal.

Menurut Benjamin, ketersediaan tenaga radiografer di Jawa Tengah tidak menjadi kendala berarti. Pemerintah pusat nantinya akan mengangkat tenaga yang dibutuhkan sebagai pegawai puskesmas untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.

Demak Miliki 27 Puskesmas dan 102 Klinik

Bupati Demak Eisti'anah menyampaikan bahwa layanan kesehatan untuk penanganan TBC di wilayahnya tersedia di enam rumah sakit, 27 puskesmas, serta 102 klinik dan tempat praktik dokter mandiri.

Untuk pengobatan TBC resisten obat (RO), RSUD Sunan Kalijaga menjadi rumah sakit pengampu. Pelayanan tersebut juga didukung lima puskesmas inisiasi TBC RO dan puskesmas satelit TBC RO.

"Di Kabupaten Demak juga memiliki tujuh mesin tes cepat molekular yang tersebar di RSUD Sunan Kalijaga dan lima puskesmas disamping terdapat delapan NPOC yang diterima dari Kemenkes dan siap digunakan," ujarnya.

Dengan demikian, berdasarkan keterangan Eisti'anah, Demak telah menerima delapan unit NPOC dari Kementerian Kesehatan yang siap digunakan. Fasilitas tersebut melengkapi sarana pemeriksaan TBC yang sudah tersedia di sejumlah fasilitas kesehatan di kabupaten itu.

Pengadaan hingga 10.000 alat NPOC secara nasional menjadi bagian dari upaya Kementerian Kesehatan memperluas akses pemeriksaan TBC. Pemerintah juga menyiapkan dukungan peralatan rontgen bergerak dan tenaga radiografer untuk menunjang layanan pemeriksaan di puskesmas.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online