Profil Rahayu Saraswati, Calon Komisaris Victoria Care

Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa Senin, 12 Oktober 2026 11:07 WIB
Profil Rahayu Saraswati, Calon Komisaris Victoria Care

Rahayu Saraswati diusulkan menjadi Komisaris Victoria Care Indonesia. Simak rekam jejaknya di politik, bisnis, pendidikan, dan pemberdayaan sosial. /Bisnis

Harianjogja.com, JAKARTA— Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo diusulkan menjadi calon Komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk. (VICI). Keponakan Presiden Prabowo Subianto tersebut memiliki pengalaman di bidang politik, kewirausahaan, dan pemberdayaan sosial yang menjadi bagian dari rekam jejaknya di berbagai sektor.

Berdasarkan profil yang disampaikan perseroan, Saraswati memiliki pengalaman dalam advokasi kebijakan publik, kepemimpinan organisasi, serta pengembangan usaha. Ia juga aktif mengangkat isu pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan pengembangan generasi muda.

Pencalonan tersebut menempatkan pengalaman lintas sektornya sebagai salah satu latar belakang yang dapat dibawa ke perusahaan manufaktur kosmetik dan produk perawatan tubuh itu. Namun, pengangkatannya masih menunggu persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Rekam Jejak Rahayu Saraswati di Politik

Saraswati pernah menjadi anggota DPR RI untuk periode 2014–2019 dan kembali menjabat sebagai anggota parlemen pada periode 2024–2029. Di Partai Gerindra, ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Nasional Tunas Indonesia Raya (TIDAR), organisasi kepemudaan partai tersebut.

Selama berkiprah di parlemen, Saraswati memiliki pengalaman dalam pengawasan kebijakan di sejumlah bidang. Cakupannya meliputi industri, pariwisata, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, serta penyiaran publik.

Pengalaman tersebut berkaitan dengan dinamika kebijakan publik dan perkembangan dunia usaha. Selain aktivitas politik, Saraswati juga membangun sejumlah inisiatif di bidang kewirausahaan, pendidikan, dan sosial.

Mendirikan Usaha dan Organisasi Sosial

Di bidang kewirausahaan, Saraswati mendirikan Layar Digi, sebuah platform dengan model bisnis mikro-sinema yang bertujuan memperluas akses terhadap film Indonesia. Ia juga mendirikan Wira’s Playroom, inisiatif pembelajaran inklusif bagi anak-anak dengan kebutuhan yang beragam.

Dalam pengembangan kepemimpinan perempuan muda, Saraswati mendirikan Saraswati Fellowship melalui Shandri Foundation. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pengembangan kapasitas dan kepemimpinan perempuan muda.

Kiprahnya di bidang sosial juga mencakup jabatan sebagai ketua National Network for Anti Human Trafficking. Selain itu, ia mendirikan Parinama Astha Foundation yang berfokus pada pemberantasan perdagangan manusia dan perlindungan kelompok rentan.

Pengalaman Saraswati turut menjangkau forum internasional. Pada 2022, ia terlibat dalam forum G20 Indonesia sebagai wakil ketua kelompok pelibatan pemuda atau Youth 20 (Y20), serta berpartisipasi dalam sejumlah forum parlemen dan hubungan bilateral.

Latar Belakang Pendidikan

Saraswati meraih gelar Bachelor of Science di bidang Leadership dari Purdue University Global dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 4,0.

Ia juga menempuh pendidikan seni peran di International School of Screen Acting, London, serta studi klasik dan drama di University of Virginia.

Latar belakang pendidikan dan pengalaman tersebut melengkapi kiprahnya di berbagai bidang, mulai dari politik dan kewirausahaan hingga kegiatan sosial.

Diusulkan Menjadi Komisaris Victoria Care

Usulan penunjukan Saraswati sebagai Komisaris VICI diumumkan pada Oktober 2026. Berdasarkan informasi perseroan, pencalonan tersebut diajukan pemegang saham pengendali, PT Victoria Investments Indonesia.

Usulan itu dijadwalkan untuk dimintakan persetujuan dalam RUPSLB pada 29 Oktober 2026. Dengan demikian, statusnya sebagai calon komisaris masih bergantung pada keputusan rapat pemegang saham tersebut.

Apabila disetujui, Saraswati akan membawa pengalaman dari ranah politik, kewirausahaan, dan jejaring internasional ke perusahaan yang bergerak di industri kosmetik serta produk perawatan tubuh.

Pencalonan di VICI juga berlangsung setelah Saraswati mengundurkan diri dari jabatan Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk. (TRIN) pada Oktober 2026. Meski melepas jabatan tersebut, ia tetap tercatat sebagai pemegang saham TRIN.

Profil dan rekam jejak Saraswati menjadi bagian dari informasi yang mengiringi usulan pencalonannya. Keputusan akhir mengenai pengangkatannya sebagai komisaris VICI akan ditentukan melalui RUPSLB yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2026.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online