Jasa Marga Andalkan Teknologi untuk Tingkatkan Layanan Jalan Tol

Anitana Widya Puspa
Anitana Widya Puspa Sabtu, 10 Oktober 2026 09:17 WIB
Jasa Marga Andalkan Teknologi untuk Tingkatkan Layanan Jalan Tol

Suasana arus lalu lintas di Gerbang Tol Cikampek Utama. ANTARA/HO - Jasa Marga

Harianjogja.com, JAKARTA— PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) mengandalkan integrasi teknologi, analisis data operasional, dan manajemen risiko untuk meningkatkan keandalan pengelolaan jalan tol. Langkah tersebut tidak hanya ditujukan untuk menjaga kelancaran perjalanan pengguna jalan, tetapi juga mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi nasional.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono mengatakan jalan tol memiliki peran strategis dalam menunjang pergerakan masyarakat dan distribusi kegiatan ekonomi. Karena itu, pengelolaan jalan tol perlu mencakup lebih dari sekadar pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur fisik.

"Jasa Marga tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mengelola lalu lintas sebagai nadi perekonomian bangsa,” ujar Rivan dalam keterangan resmi, Jumat (9/10/2026).

Menurut Rivan, penggunaan teknologi dan digitalisasi menjadi bagian penting dalam meningkatkan standar pelayanan perusahaan. Data operasional dimanfaatkan untuk memantau kondisi lalu lintas, menangani insiden, mendukung penegakan hukum, serta menyusun rekayasa lalu lintas sesuai kebutuhan di lapangan.

Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui operasional JMTC sebagai pusat pemantauan dan koordinasi jalan tol. Sistem informasi yang terintegrasi memungkinkan perusahaan memantau arus kendaraan, mendeteksi potensi gangguan, mengidentifikasi insiden, dan mengoordinasikan penanganan secara real time.

Dengan pendekatan tersebut, pengelolaan jalan tol diharapkan dapat berlangsung secara lebih terukur. Informasi yang diperoleh dari pemantauan operasional juga menjadi bagian dari proses pengambilan keputusan untuk menjaga kelancaran dan keselamatan perjalanan.

Empat Aspek Pengelolaan Jalan Tol Jasa Marga

Rivan memaparkan empat aspek utama dalam pengelolaan bisnis Jasa Marga, yaitu operasional inti, teknologi dan digitalisasi, kualitas layanan, serta manajemen risiko dan keselamatan dalam pelayanan kepada pengguna jalan.

Selain mengembangkan sistem pemantauan, perusahaan juga memperkuat kesiapan armada operasional melalui PT Jasa Marga Tollroad Operator (JMTO). Armada tersebut mencakup Mobile Customer Service (MCS), ambulans, kendaraan derek, dan kendaraan penyelamat.

Kesiapan armada menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk mendukung penanganan gangguan dan insiden di jalan tol. Integrasi antara pusat pemantauan, petugas operasional, dan kendaraan pendukung diperlukan agar respons terhadap kejadian di lapangan dapat dikoordinasikan dengan baik.

Berbagai praktik pengelolaan tersebut diperkenalkan kepada 37 peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD) yang diinisiasi Danantara Indonesia.

Melalui kegiatan itu, para peserta memperoleh gambaran mengenai hubungan antara pemantauan lalu lintas, kesiapan armada, penanganan insiden, dan pemeliharaan infrastruktur. Keempat unsur tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keandalan pelayanan jalan tol.

Rivan berharap pengenalan operasional Jasa Marga dapat memperluas wawasan bisnis dan kepemimpinan para calon pemimpin badan usaha milik negara (BUMN). Ia juga membuka peluang bagi peserta untuk mengembangkan gagasan inovatif yang berpotensi diterapkan dalam operasional maupun peningkatan kualitas layanan jalan tol.

Pembelajaran Lapangan untuk Pengembangan BUMN

Wakil Presiden Bidang Operational Learning & Design PT Danantara Asset Management (DAM), Dumoli HM Sirait, mengatakan pengalaman lapangan tersebut dapat menjadi referensi bagi peserta dalam menyusun Action Learning Project (ALP).

ALP merupakan proyek pembelajaran yang diarahkan untuk menghasilkan solusi aplikatif bagi pengembangan BUMN. Pengalaman melihat langsung pengelolaan jalan tol diharapkan dapat membantu peserta memahami persoalan operasional sekaligus mengidentifikasi peluang perbaikan.

Pendekatan pembelajaran tersebut menghubungkan pemahaman bisnis dengan praktik operasional perusahaan. Dengan demikian, gagasan yang dikembangkan peserta diharapkan memiliki relevansi terhadap kebutuhan nyata di lingkungan BUMN.

Bagi Jasa Marga, pemanfaatan teknologi, pengolahan data, kesiapan armada, dan pengelolaan risiko menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan jalan tol. Pengelolaan yang terintegrasi juga berkaitan dengan kelancaran mobilitas masyarakat dan pergerakan ekonomi nasional.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online