Gapura Bambu Jadi Andalan Warga Raih Juara 2 Lomba Hias SariWangi

Newswire
Newswire Senin, 21 September 2026 23:42 WIB
Gapura Bambu Jadi Andalan Warga Raih Juara 2 Lomba Hias SariWangi

Ilustrasi Lomba Hias SariWangi.ist

Harianjogja.com, JAKARTA — Kreativitas warga dalam menghias lingkungan menjadi bagian dari semangat gotong royong dalam perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Dalam Lomba Hias Gapura yang digelar SariWangi melalui rangkaian program Waktunya Ngeteh Indonesia (WNI), karya warga Jogja berhasil meraih juara kedua.

Pengumuman pemenang disampaikan SariWangi pada Senin (21/9/2026), setelah lomba yang diikuti masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia tersebut rampung digelar. Juara pertama diraih warga Bandung, sedangkan posisi ketiga ditempati karya warga Malang.

Lomba tersebut menjadi bagian dari rangkaian Waktunya Ngeteh Indonesia yang mengangkat kebersamaan masyarakat dalam merayakan kemerdekaan. Dari sekitar 500 karya yang masuk, sebanyak 178 perumahan atau lingkungan mendapat dukungan khusus untuk memeriahkan perayaan 17 Agustus.

Brand Manager SariWangi, Irene Limantara, mengatakan lomba hias gapura menjadi salah satu cara untuk menggambarkan kekuatan masyarakat Indonesia melalui gotong royong dan kebersamaan.

“Bagi SariWangi, lomba hias gapura adalah salah satu simbol kegiatan yang memperlihatkan nilai karakter kekuatan masyarakat Indonesia yaitu gotong royong dan kebersamaan. Kami bangga melihat betapa antusiasnya warga dari berbagai daerah, mereka bersatu, berkumpul bersama, bertukar pikiran dan bekerja sama mewujudkan gapura yang mempresentasi warganya,” kata Irene.

Karya warga Jogja yang meraih juara kedua mengusung bambu sebagai material utama. Desain tersebut dipadukan dengan simbol secangkir teh yang merepresentasikan kehangatan dan kebersamaan antarwarga.

Muh Rohmadi, pemenang kedua Lomba Gapura Waktunya Ngeteh Indonesia dari Jogja, mengatakan konsep tersebut berangkat dari hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Kami memilih secangkir teh sebagai simbol kehangatan, karena minum teh itu sederhana tapi sering jadi awal untuk berkumpul antarwarga. Kami juga menggunakan bambu sebagai material utama, satu batang mungkin terlihat biasa, tapi kalau disatukan jadi kuat, seperti warga di sini,” ujar Rohmadi.

Menurut dia, proses pembuatan gapura juga menjadi ruang bagi warga untuk bekerja bersama. Karena itu, hasil lomba tidak hanya dinilai dari tampilan gapura, tetapi juga menggambarkan proses kebersamaan di lingkungan.

Sementara itu, karya warga Bandung yang menjadi juara pertama menampilkan mural di sepanjang tembok gang. Lukisan tersebut menggambarkan kehidupan sehari-hari warga, termasuk aktivitas saling membantu dan menjaga lingkungan.

Juara ketiga dari Malang menghadirkan figur Garuda bersayap lebar yang dipadukan dengan papan LED berjalan berisi pesan-pesan perayaan HUT RI. Konsep tersebut memadukan simbol kemerdekaan dengan kreativitas berbasis teknologi.

Selain tiga pemenang utama, SariWangi memberikan apresiasi kepada lima pemenang favorit dan lima pemenang Most Likes berdasarkan antusiasme serta engagement masyarakat di media sosial.

Pemenang favorit berasal dari Palembang, Makassar, Samarinda, Jakarta, dan Bandung. Sementara kategori Most Likes diraih dua karya dari Bandung serta masing-masing satu karya dari Banjarmasin, Jakarta, dan Malang.

Rangkaian Waktunya Ngeteh Indonesia juga mencakup video yang mengangkat tradisi kemerdekaan di berbagai daerah, perayaan bersama mitra petani, serta Pesta Rakyat SariWangi di Taman Mini Indonesia Indah.

Melalui rangkaian tersebut, semangat kemerdekaan diarahkan untuk tumbuh dari lingkungan terdekat, termasuk melalui aktivitas sederhana seperti berkumpul, bertukar ide, dan bergotong royong menghias kampung.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online