Fasilitas Energi Arab Saudi Terbakar Usai Diserang Houthi

Newswire
Newswire Selasa, 08 September 2026 16:07 WIB
Fasilitas Energi Arab Saudi Terbakar Usai Diserang Houthi

Foto ilustrasi rudal atau peluru kendali. - Freepik

Harianjogja.com, INTERNASIONAL— Sejumlah fasilitas energi di wilayah selatan Arab Saudi mengalami kebakaran setelah menjadi sasaran serangan kelompok Houthi dari Yaman. Serangan tersebut juga menyebabkan penghentian sementara sejumlah kegiatan operasional di fasilitas yang terdampak.

Kementerian Energi Arab Saudi melaporkan kebakaran tersebut pada Selasa, 8 September 2026. Tim khusus telah dikerahkan untuk menangani kobaran api sekaligus mengamankan lokasi yang menjadi sasaran serangan.

“Tim khusus telah mulai menangani kebakaran dan mengamankan lokasi yang terdampak,” demikian pernyataan tersebut.

Fasilitas di Sejumlah Kota Jadi Sasaran

Laporan mengenai kebakaran fasilitas energi itu muncul setelah otoritas Arab Saudi menyatakan serangan kelompok Houthi menargetkan sejumlah fasilitas sipil dan ekonomi di beberapa kota di wilayah selatan.

Kota yang disebut menjadi sasaran meliputi Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran. Serangan tersebut menimbulkan korban dari kalangan masyarakat sipil.

Sedikitnya 73 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, dilaporkan mengalami luka akibat serangan tersebut.

Kementerian Energi Arab Saudi menyebut serangan itu berdampak terhadap kegiatan operasional di sejumlah fasilitas yang menjadi target. Operasional untuk sementara dihentikan seiring proses penanganan kebakaran dan pengamanan lokasi.

Arab Saudi Sebut Serangan Houthi Berbahaya

Koalisi yang dipimpin Arab Saudi menyatakan serangan tersebut merupakan eskalasi berbahaya. Koalisi juga menyatakan akan mengambil langkah-langkah operasional yang diperlukan untuk menetralisir sumber ancaman.

Situasi tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran mengenai kemungkinan konflik Yaman berkembang menjadi perang berskala penuh. Kekhawatiran itu muncul setelah kawasan tersebut sebelumnya menikmati periode relatif tenang sejak April 2022.

Perkembangan terbaru ini menambah ketegangan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun antara kelompok Houthi dan pihak-pihak yang berseberangan dalam konflik Yaman.

Konflik Yaman Berlangsung Hampir 12 Tahun

Yaman telah mengalami konflik selama hampir 12 tahun. Kelompok Houthi yang didukung Iran merebut ibu kota Sanaa pada 2014 dan sejak saat itu konflik terus berlangsung.

Pertempuran tersebut tidak hanya berdampak terhadap kondisi domestik Yaman, tetapi juga memengaruhi keamanan kawasan Timur Tengah. Salah satu dampaknya terlihat dari meningkatnya ancaman terhadap jalur pelayaran di kawasan Laut Merah.

Kelompok Houthi juga meningkatkan ketegangan regional dengan menargetkan kapal-kapal komersial yang melintas di Laut Merah. Kondisi itu kemudian menjadi perhatian negara-negara yang memiliki kepentingan terhadap keamanan jalur perdagangan tersebut.

Arab Saudi menjadi salah satu aktor eksternal utama yang mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional. Dalam upaya menghadapi ancaman di kawasan, Arab Saudi pada Juli mengumumkan misi untuk membentuk aliansi maritim internasional.

Pembentukan aliansi tersebut menjadi bagian dari langkah Arab Saudi menghadapi tantangan keamanan maritim yang semakin kompleks, terutama setelah meningkatnya serangan terhadap kapal komersial di Laut Merah.

Sementara itu, kebakaran fasilitas energi yang terjadi setelah serangan terbaru masih dalam penanganan tim khusus. Pemerintah Arab Saudi juga terus memantau situasi keamanan setelah serangan yang menyasar fasilitas sipil dan ekonomi di sejumlah kota bagian selatan negara tersebut.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online