Laptop AI Axioo Hype AI G3 Mulai Rp8 Jutaan, Bobot 1,25 Kg
Laptop AI Axioo Hype AI G3 hadir mulai Rp8 jutaan. Simak spesifikasi, prosesor Intel dengan NPU, bobot 1,25 kg, baterai dan perlindungan 3 tahun.
Personel Basarnas Banten menuliskan data penumpang kapal yang hilang kontak di Posko SAR Nasional, Pandeglang, Banten, Selasa (8/9/2026). Basarnas menggelar operasi pencarian sebuah kapal cepat yang membawa rombongan jurnalis termasuk pewarta foto LKBN Antara yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Antara/Putra M. Akbar
Harianjogja.com, JAKARTA—Kantor SAR Banten mengecek informasi mengenai kemungkinan kapal yang membawa lima pewarta foto, termasuk pewarta foto LKBN ANTARA, berada di sekitar Pulau Sebesi, Lampung. Pengecekan dilakukan dalam pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
Kepala Seksi Operasi Kantor SAR Banten Rizky Dwianto mengatakan informasi mengenai keberadaan rombongan di sekitar Pulau Sebesi masih diverifikasi bersama Kantor SAR Lampung.
“Untuk informasi sedang kita cross-check kebenarannya karena kita juga belum memastikan. Sampai saat ini kita juga sudah mengkoordinasikan dengan pihak Kantor SAR Lampung dan untuk informasi tersebut belum ada kebenarannya,” kata Rizky dalam keterangan visual dipantau di Jakarta, Selasa malam.
Pemilik Pastikan Kapal Layak Berlayar
Pemilik kapal yang membawa rombongan jurnalis untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Sandi Wiasa, memastikan kapal dalam kondisi layak berlayar ketika bertolak dari Dermaga Pegedongan, Carita, Banten, Senin (7/9).
“Kapal yang dipergunakan adalah kapal saya, itu berangkat kemarin sekitar jam 14.00 WIB lebih dari Dermaga Pegedongan,” kata Sandi dalam keterangan visual dipantau di Jakarta, Selasa (8/9) malam.
Menurut Sandi, kondisi perairan saat kapal berangkat tergolong normal. Kapal tersebut juga membawa delapan orang, sesuai dengan kapasitasnya.
“Masih layak. Kapal layak untuk jalan,” ujar dia.
Sandi memastikan kapal memiliki dokumen perizinan dan dilengkapi jaket pelampung.
“Untuk kelengkapan, untuk perizinan kita ada, surat-surat kapal kita ada, terus life jacket ada, Pak,” kata Sandi.
Kapal Hilang Kontak
Sandi mengatakan informasi mengenai kapal yang tidak dapat dihubungi pertama kali diterimanya dari Kapolsek Carita sekitar pukul 13.00 WIB. Ia menyebut informasi tersebut tidak diterima langsung dari nakhoda kapal.
Kapal juga memiliki global positioning system (GPS) portabel. Namun, Sandi mengaku tidak mengetahui apakah perangkat tersebut dapat digunakan untuk melacak posisi kapal.
Setelah mengetahui kapal hilang kontak, Sandi berupaya mencari informasi dengan menghubungi sejumlah kerabat di wilayah Pulau Sebesi, Lampung. Ia juga berkoordinasi dengan Basarnas untuk membantu proses pencarian.
“Ya, saya sudah menghubungi beberapa saudara-saudara kita yang ada di wilayah Sebesi, Lampung. Alhamdulillah sekarang juga sedang berusaha untuk membantu pencarian dengan nelayan-nelayannya,” kata dia.
Sandi menjelaskan perjalanan dari Carita menuju kawasan Krakatau biasanya membutuhkan waktu sekitar dua jam.
Ia juga membenarkan bahwa pemandu dalam rombongan sempat mengirimkan foto kondisi Gunung Anak Krakatau kepada istrinya.
“Masih ada dengan guide-nya, Pak,” ujar Sandi.
Menurut dia, foto tersebut dikirim sekitar empat jam setelah kapal bertolak dari Carita. Foto itu memperlihatkan kondisi Gunung Anak Krakatau dengan jelas.
Sandi mengatakan posisi kapal ketika foto tersebut diambil berada lebih dari tiga kilometer dari kawah Gunung Anak Krakatau.
Terakhir Kirim Lokasi Pukul 14.42 WIB
Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, kapal speedboat yang membawa rombongan jurnalis bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB. Kapal tersebut berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan lokasi terkini share kepada rekan jurnalis di Lampung pada pukul 14.42 WIB. Setelah itu, kapal hilang kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat duga 6°14'40.52"S 105°40'49.48"T.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan operasi pencarian yang berlangsung sampai dengan 18.15 WIB telah menjangkau Pulau Krakatau dan Pulau Panjang. Namun, pencarian tersebut belum menemukan hasil.
“Untuk rencana besok tetap nanti kita memperluas area pencarian karena hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu,” kata dia.
Pencarian Dilanjutkan Rabu Pagi
Operasi pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Rabu (9/9) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka dan Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten yang dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi.
Dalam operasi tersebut, Kantor SAR Banten bekerja sama dengan Polairud Polda Banten. Area pencarian akan diperluas berdasarkan hasil pemetaan rute dari Carita menuju kawasan Anak Gunung Krakatau.
Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang yang dalam pencarian (DP). Mereka di antaranya pewarta foto LKBN ANTARA M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Laptop AI Axioo Hype AI G3 hadir mulai Rp8 jutaan. Simak spesifikasi, prosesor Intel dengan NPU, bobot 1,25 kg, baterai dan perlindungan 3 tahun.
Pakar UMY Rahmawati Husein mendukung optimalisasi PFB untuk memperkuat kesiapsiagaan dan mitigasi risiko bencana di Indonesia.
Operasional YIA kembali normal setelah erupsi Anak Krakatau sempat memicu penyesuaian hingga pembatalan penerbangan pada 6-7 September 2026.
99 Asmaul Husna lengkap dengan arti dan cara meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari sebagai refleksi untuk memperbaiki perilaku.
Ibu-ibu Jogja kembali menggelar aksi pukul panci dari Tugu ke UGM, menyoroti 43 ribu korban keracunan MBG dan kebijakan pemerintah.
JJLS Kelok 23 segera diuji coba. Waktu tempuh Kretek-Girijati dipangkas dari sekitar 30 menit menjadi 7,5 menit.