TPA Galuga Kebakaran, Helikopter TNI AU Dikerahkan Water Bombing

Newswire
Newswire Selasa, 08 September 2026 08:47 WIB
TPA Galuga Kebakaran, Helikopter TNI AU Dikerahkan Water Bombing

obaran api membakar kawasan TPA Galuga di Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (8/9/2026). Antara/M Fikri Setiawan

Harianjogja.com, BOGOR— Pemerintah Kabupaten Bogor menutup sementara pelayanan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Cibungbulang, selama satu hari pada Selasa (8/9/2026).

Kebijakan tersebut diambil untuk mempercepat penanganan kebakaran yang terjadi di kawasan TPA Galuga. Seluruh akses menuju lokasi akan dioptimalkan untuk distribusi air dan mobilisasi tim pemadam kebakaran.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan penghentian pelayanan TPA dilakukan agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih cepat.

“Untuk pelayanan TPA Galuga hari ini, tanggal 8 September, kami tutup selama satu hari supaya seluruh akses jalan menuju TPA betul-betul dapat dioptimalkan untuk distribusi air dan tim pemadam kebakaran,” kata Rudy saat meninjau lokasi, Selasa.

Pelayanan Sampah Ditutup Sementara

TPA Galuga selama ini digunakan untuk menampung sampah dari Kabupaten Bogor dan Kota Bogor. Karena itu, Rudy telah menyampaikan kebijakan penutupan sementara tersebut kepada Pemerintah Kota Bogor.

Bupati Bogor juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas penghentian sementara pelayanan persampahan.

Penutupan selama satu hari tersebut diharapkan dapat membantu petugas mempercepat pemadaman sehingga kebakaran tidak berlarut-larut.

“Mudah-mudahan hari ini bisa kita tuntaskan bersama-sama,” ujarnya.

Akses Jadi Kendala Pemadaman

Rudy menjelaskan akses menjadi kendala utama dalam penanganan kebakaran TPA Galuga. Titik api berada di bagian belakang kawasan TPA sehingga tidak dapat dijangkau secara langsung oleh kendaraan pemadam.

Untuk menjangkau lokasi tersebut, petugas harus menyambungkan sejumlah selang hingga mencapai panjang sekitar 400–500 meter.

Jarak yang cukup jauh membuat tekanan air berkurang ketika mencapai titik api. Kondisi tersebut turut menjadi tantangan dalam proses pemadaman kebakaran.

Kebakaran Berlangsung Sejak Senin Sore

Kebakaran di kawasan TPA Galuga berlangsung sejak Senin (7/9) sekitar pukul 16.00 WIB. Api kemudian membesar pada tengah malam.

Api mulai dapat dikendalikan sekitar pukul 03.30 WIB. Namun, sejumlah titik api masih tersisa hingga Selasa pagi.

Rudy menjelaskan sumber kebakaran berasal dari lahan pertanian yang berada di sebelah TPA Galuga.

Api kemudian merambat ke area pembuangan sampah lama yang sudah tidak digunakan. Menurut Rudy, kebakaran bukan berasal dari timbunan sampah aktif.

Helikopter TNI AU Dikerahkan

Untuk membantu menjangkau titik-titik api yang sulit diakses dari darat, helikopter TNI Angkatan Udara dikerahkan ke kawasan TPA Galuga, Cibungbulang, pada Selasa pagi.

Rudy mengatakan pemadaman dilakukan dengan sistem water bombing menggunakan helikopter dari Lanud Atang Sendjaja.

“Kami dibantu TNI Angkatan Udara dengan sistem water bombing, yaitu penyiraman melalui udara menggunakan helikopter dari Lanud Atang Sendjaja,” kata Rudy saat meninjau lokasi kebakaran, Selasa.

Pemadaman dari udara dilakukan untuk menjangkau sejumlah titik api yang sulit dicapai kendaraan pemadam. Lokasi kebakaran berada di bagian belakang kawasan TPA dan berjarak cukup jauh dari akses utama.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Sementara itu, luas area yang terbakar dan penyebab kebakaran masih dalam proses pemeriksaan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online