Pemerintah Klaim Penanganan Karhutla Tak Lambat, Ini Alasannya
Pemerintah menyebut penanganan karhutla terus dilakukan dengan anggaran Rp1,235 triliun. El Nino dan aktivitas manusia disebut menjadi faktor pemicu.
Menteri Keuangan Purbaya. - Antara
Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa masih menunggu perhitungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebelum menentukan besaran tambahan anggaran untuk mitigasi bencana. Pemerintah memastikan kebutuhan tersebut akan disesuaikan dengan permintaan BNPB.
Purbaya mengatakan BNPB menjadi pihak yang menghitung kebutuhan anggaran mitigasi bencana. Setelah perhitungan tersebut diterima, Kementerian Keuangan akan melihat kebutuhan tambahan dana yang harus dialokasikan.
"Ya, akan kita tingkatkan sesuai permintaan karena kan BNPB yang hitung. Nanti kita lihat seperti apa perhitungan BNPB, kan sekarang saya belum terima," kata Purbaya saat menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin.
Purbaya menegaskan keputusan mengenai besaran tambahan anggaran belum dapat ditentukan karena pihaknya masih menunggu perhitungan kebutuhan dari BNPB.
"Jadi nunggu BNPB?" tanya wartawan.
"Iya lah, kalau enggak saya kasih ke mana?" jawab Purbaya.
Prabowo Minta Anggaran Mitigasi Ditambah
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta alokasi anggaran untuk mitigasi bencana ditambah secara signifikan. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di Indonesia.
"Kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin, alokasi anggaran untuk mitigasi bencana harus kita tambah secara signifikan," kata Prabowo saat membuka rapat terbatas penanganan bencana alam di Indonesia melalui konferensi video, di Istana Merdeka, Jakarta, Senin.
Prabowo menilai kebutuhan peningkatan mitigasi tidak terlepas dari kondisi geografis Indonesia. Negara yang berada di kawasan Ring of Fire memiliki risiko tinggi menghadapi berbagai jenis bencana sehingga kesiapsiagaan perlu diperkuat sebelum bencana terjadi.
Presiden kemudian meminta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi berkoordinasi dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Koordinasi tersebut ditujukan untuk menyusun perencanaan mitigasi bencana dengan prinsip menyediakan sumber daya lebih banyak daripada kebutuhan minimum.
"Lebih banyak helikopter lebih baik, lebih banyak pompa air lebih baik, lebih banyak pemadam kebakaran lebih baik. Jadi kita siap sebelum kejadian," ujarnya.
Peralatan Mitigasi Juga Diminta Ditambah
Selain meminta penguatan anggaran, Prabowo menginstruksikan pemerintah menyiapkan lebih banyak ekskavator berukuran kecil di tingkat desa. Peralatan tersebut terutama dibutuhkan di wilayah yang secara rutin menghadapi kebakaran hutan.
Presiden juga meminta penyusunan master plan mitigasi bencana secara menyeluruh dan masif. Perencanaan tersebut mencakup penguatan berbagai sarana pendukung untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Jadi nanti kita siapkan master plan yang menyeluruh dan yang masif," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Pemerintah menyebut penanganan karhutla terus dilakukan dengan anggaran Rp1,235 triliun. El Nino dan aktivitas manusia disebut menjadi faktor pemicu.
Mau membeli mobil listrik? Simak 7 hal penting, mulai dari jarak tempuh, fitur keselamatan, pengisian daya, hingga teknologi baterai.
Marc Marquez menjadi yang tercepat pada FP1 MotoGP Australia 2026 di Phillip Island dengan waktu 1 menit 27,985 detik.
Mario Aji finis di posisi kesembilan FP1 Moto2 Australia 2026 setelah memperbaiki catatan waktu pada lima menit terakhir.
Rutin ke gym tetapi hasil belum terlihat? Kenali 9 kesalahan latihan, mulai dari program tak konsisten hingga pola makan dan pemulihan.
Indonesia meloloskan sejumlah wakil ke perempat final French Open 2026. Alwi Farhan, Ubed, dan Putri KW ikut menjaga peluang Merah Putih.