Sejumlah Gunung Erupsi Bersamaan, Akademisi Ungkap Faktanya

Newswire
Newswire Senin, 07 September 2026 18:07 WIB
Sejumlah Gunung Erupsi Bersamaan, Akademisi Ungkap Faktanya

Gunung Anak Krakatau di Lampung meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak, Senin (24/8/2026) (Antara/HO-Badan Geologi)

Harianjogja.com, SUMEDANG— Erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi berdekatan dengan aktivitas sejumlah gunung api lain di Indonesia tidak menunjukkan adanya hubungan langsung antaraktivitas tersebut.

Guru Besar Fakultas Teknik Geologi Universitas Padjadjaran (FTG Unpad) Prof. Nana Sulaksana mengatakan setiap gunung api memiliki sistem magmatik masing-masing sehingga aktivitas di satu gunung tidak dapat secara langsung dijadikan indikator adanya aktivitas di gunung lainnya.

"Jadi secara langsung tidak ada hubungan antara satu gunung dengan gunung lainnya," katanya di Sumedang, Jawa Barat, Senin (7/9/2026).

Menurut Nana, perbedaan sistem tersebut dipengaruhi sejumlah faktor geologi. Di antaranya kedalaman dapur magma, jalur perjalanan magma, serta kondisi geologi dan batuan yang dilalui magma sebelum mencapai permukaan.

"Setiap gunung api itu memiliki sistem sendiri-sendiri, tergantung kedalaman dapur magma, perjalanan magma, dan batuan yang dilalui," ujarnya.

Erupsi Sejumlah Gunung

Penjelasan tersebut disampaikan menyusul aktivitas sejumlah gunung api di Indonesia yang tercatat mengalami erupsi dalam periode berdekatan dengan Gunung Anak Krakatau.

Beberapa di antaranya adalah Gunung Ibu, Gunung Semeru, Gunung Lewotobi Laki-laki, Gunung Ili Lewotolok, dan Gunung Sinabung.

Meski aktivitas sejumlah gunung api tersebut terjadi dalam periode yang berdekatan, Nana meyakini kondisi itu tidak menunjukkan adanya hubungan langsung antaraktivitas gunung api.

Menurutnya, aktivitas masing-masing gunung harus dipantau berdasarkan karakteristik serta data gunung tersebut. Dengan demikian, peningkatan aktivitas pada satu gunung tidak dapat digunakan sebagai indikator langsung terhadap kondisi gunung api lainnya.

Anak Krakatau Dipantau Intensif

Sementara itu, Gunung Anak Krakatau terus dipantau secara intensif menggunakan berbagai instrumen untuk mengetahui perkembangan aktivitas vulkaniknya.

Pemantauan dilakukan menggunakan seismograf untuk mendeteksi aktivitas kegempaan yang berkaitan dengan pergerakan magma. Selain itu, perangkat geodetik berbasis GPS digunakan untuk mengukur perubahan atau pergerakan mikro pada tubuh gunung.

"Dalam kondisi pemantauan itu ada beberapa variabel yang dipantau, di antaranya pergerakan magma dari dalam perut bumi. Pergerakan ini terlihat dari seismograf yang dipasang minimal di tiga titik di tubuh gunung api," katanya.

Pemantauan juga diperkuat dengan pengamatan visual terhadap kepulan asap. Pengelola juga menggunakan CCTV yang terhubung internet serta analisis multi-gas untuk mengetahui perubahan aktivitas gunung.

Data mengenai letusan pada masa lalu dan peta geologi turut digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan status gunung api. Berbagai data tersebut membantu memberikan gambaran mengenai karakteristik serta perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Indonesia Berada di Cincin Api Pasifik

Nana menuturkan tingginya aktivitas kegempaan dan gunung api di Indonesia tidak terlepas dari kondisi geologi Indonesia yang berada di kawasan pertemuan tiga lempeng tektonik.

Posisi tersebut membuat Indonesia memiliki tingkat kerawanan bencana geologi yang tinggi, termasuk terhadap gempa bumi dan erupsi gunung api. Namun, kondisi geologi yang sama juga memberikan potensi sumber daya alam.

"Konsekuensinya memang kita rawan gempa dan erupsi, tetapi di sisi lain kondisi ini juga memberikan potensi energi panas bumi dan sumber daya mineral," katanya.

Karena itu, Nana mengimbau masyarakat mengacu pada informasi dan rekomendasi resmi dari otoritas terkait dalam menghadapi aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Masyarakat juga diminta tidak mengaitkan aktivitas sejumlah gunung api hanya berdasarkan waktu erupsi yang berdekatan tanpa didukung data dan kajian ilmiah.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online