Yusril Minta Buku Islam ala Prabowo Dinilai dari Isinya

Newswire
Newswire Selasa, 08 September 2026 07:27 WIB
Yusril Minta Buku Islam ala Prabowo Dinilai dari Isinya

Buku Islam Ala Prabowo/Ist-gen Amikom

Harianjogja.com, JAKARTA— Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas) Yusril Ihza Mahendra menilai tidak ada persoalan mendasar dalam isi buku Islam ala Prabowo: Cara Prabowo Subianto Mengamalkan Ajaran Islam yang kembali menjadi perhatian publik.

Saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa (8/9/2026), Yusril mengatakan perhatian dan perdebatan yang muncul belakangan ini lebih banyak dipicu oleh judul buku tersebut. Menurut dia, judul itu dapat menimbulkan berbagai macam persepsi dan tafsir.

Yusril menjelaskan dirinya tidak pernah diajak membicarakan maupun dimintai pendapat mengenai judul buku tersebut. Karena itu, keputusan terkait judul sepenuhnya berada di tangan pihak yang menyusun dan menerbitkan buku.

“Kalau saya ditanya mengenai judulnya, saya tidak tahu, karena memang tidak pernah diajak membicarakannya. Kalau judulnya misalnya ‘Prabowo dan Islam’, menurut saya akan lebih mudah dipahami sebagai pembahasan mengenai hubungan Prabowo dengan Islam,” ujar Yusril.

Yusril Soroti Cara Masyarakat Membaca Buku

Menurut Yusril, perdebatan mengenai buku tersebut juga perlu ditempatkan dalam konteks kebiasaan masyarakat saat ini dalam mengonsumsi informasi.

Dia menyebut banyak orang cenderung menjadikan judul sebagai representasi keseluruhan isi tanpa meluangkan waktu untuk membaca dan memahami buku secara utuh.

“Sekarang orang cenderung tidak sabar membaca buku yang cukup panjang. Judulnya dibaca, lalu dianggap sudah mewakili seluruh isi buku," tuturnya.

Setelah itu, kata dia, orang memberikan penilaian berdasarkan sudut pandangnya sendiri, bahkan tidak jarang berdasarkan kepentingannya sendiri.

Karena itu, Yusril mengingatkan agar penilaian terhadap sebuah buku, terlebih karya yang bersifat akademik, tidak hanya didasarkan pada judul atau potongan informasi yang beredar.

Dia berpendapat pemahaman terhadap keseluruhan isi dan konteks pembahasan penting agar penilaian yang diberikan tidak keluar dari substansi sebenarnya.

“Saya kira kita perlu membiasakan diri membaca dan memahami substansinya terlebih dahulu sebelum memberikan penilaian. Jangan sampai kita hanya berdebat mengenai judul, sementara isi bukunya sendiri belum pernah dibaca dengan saksama,” ungkap Yusril.

Yusril Tegaskan Bukan Sponsor Buku

Lebih lanjut, Yusril menegaskan dirinya tidak memiliki peran dalam menggagas maupun membiayai penerbitan buku tersebut. Dia mengatakan perannya hanya memberikan keterangan sebagai narasumber dalam proses pengumpulan bahan.

“Posisi saya dalam buku itu jelas sebagai orang yang diwawancarai. Saya bukan sponsor dan bukan pula orang yang menginisiasi penerbitannya,” tegasnya.

Buku Islam ala Prabowo diluncurkan dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) 2025 di Jakarta pada 26 Agustus 2025.

Dalam keterangan Baznas dan pemberitaan saat peluncuran, penulisan buku disebut diinisiasi oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani bersama Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kiai Haji Anwar Iskandar.

Pencantuman Nama dalam Hak Cipta

Terkait pencantuman namanya dalam bagian hak cipta buku, Yusril mengatakan hal tersebut tidak pernah dibicarakan dengannya sebelumnya.

Dia menilai apabila dikaitkan dengan ketentuan Undang-Undang tentang Hak Cipta, pencantuman tersebut perlu dilihat secara proporsional karena buku itu melibatkan banyak penulis dan sumber.

"Kalau pun ada, mungkin berkaitan dengan bagian wawancara saya, tetapi mengenai pencantuman itu saya tidak pernah diajak bicara. Saya sendiri tidak terlalu mempersoalkan soal hak cipta,” ujar Menko.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Antara

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online