13 Anak Bajang Diruwat di Dieng, Ada yang Minta Kambing hingga Motor Trail
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Kondisi Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya RT 01/12, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Senin (31/8/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AD\r\n
Harianjogja.com, JAKARTA— TNI AD memberikan klarifikasi mengenai jembatan gantung Pongpet di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, yang mengalami kendala sesaat setelah diresmikan Bupati Citra Pitriyami pada Minggu (30/8/2026).
Peristiwa tersebut menjadi perhatian setelah rekaman kejadian beredar luas di media sosial. Saat kejadian, sekitar 50 orang berada di atas jembatan, termasuk Bupati Citra Pitriyami, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Ling Ling Nugraha Senjaya, serta Dandim 0626 Pangandaran Letkol Czi Citra Kurniawan.
TNI AD: Bukan Seluruh Struktur Jembatan yang Ambruk
Dalam keterangan pers pada Senin (31/8/2026), TNI AD menjelaskan bahwa kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan keseluruhan struktur jembatan.
Menurut keterangan tersebut, struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya. Bagian yang mengalami kendala adalah tali sling penahan pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama.
"Kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan. Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama," seperti dikutip siaran pers resmi yang diterima Antara di Jakarta, Senin.
Jembatan tersebut dibuat oleh Kodim 0625/Pangandaran. Berdasarkan keterangan pers TNI AD, jembatan memiliki batas kapasitas berat tertentu yang sebelumnya telah disosialisasikan kepada masyarakat sekitar demi keamanan dan kenyamanan penggunaannya.
Rombongan Pejabat Terjatuh
Peristiwa bermula setelah prosesi peresmian. Rombongan bupati bersama masyarakat mencoba melintasi jembatan setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran.
"Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan.
Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat berjalan di atas jembatan setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran," ditulis siaran pers tersebut.
Saat jembatan mengalami kendala, rombongan pejabat, termasuk Bupati Pangandaran, terjatuh akibat tali jembatan yang terputus.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah orang, termasuk Kepala Dinas PU, dilaporkan mengalami luka lecet. Bupati Citra Pitriyami juga tampak terguncang setelah insiden.
Sebelumnya, peristiwa tersebut diduga terjadi akibat kelebihan beban. Salah satu konstruksi pengikat dilaporkan patah sehingga jembatan anjlok secara tiba-tiba.
Jembatan Masih Ditutup
Setelah kejadian, TNI AD bersama jajaran pemerintah daerah setempat melakukan perbaikan terhadap jembatan. Evaluasi teknis juga dilakukan sebelum fasilitas tersebut kembali digunakan.
"Jembatan saat ini belum dibuka untuk masyarakat dan masih menjalani perbaikan serta evaluasi teknis untuk memastikan keamanan dan kelayakannya sebelum kembali dapat digunakan," jelas keterangan pers itu.
Dengan demikian, jembatan gantung Pongpet untuk sementara belum dapat digunakan masyarakat hingga proses perbaikan dan evaluasi teknis selesai.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Ruwatan 13 anak bajang dalam Dieng Culture Festival 2026 diwarnai kisah Laira dan permintaan unik anak-anak berambut gimbal di Dieng.
Kemarau panjang membuat pasokan ikan gabus di Kulonprogo anjlok dari 20-25 kg menjadi 5 kg per minggu. Pengepul terpaksa cari pasokan luar daerah.
Lomba wiru jarik dan permainan dakon digelar di Balai Budaya Tamanmartani, Sleman, Senin (31/8/2026).
PSIM Jogja menghadirkan season pass untuk 17 laga kandang Super League 2026/2027, dengan harga mulai Rp925.000.
FKPDAS DIY mendorong penyelesaian Pergub Insentif DAS tahun ini untuk memperkuat konservasi dan hubungan hulu-hilir.
Konservasi di Indonesia dinilai masih meminggirkan masyarakat adat. Isu ini dibahas dalam Peoples’ Conservation Summit 2026 di Jogja.