Thailand Siap Pasok 36 AWAV untuk Marinir TNI, Ini Penawarannya

Akbar Evandio
Akbar Evandio Selasa, 04 Agustus 2026 11:57 WIB
Thailand Siap Pasok 36 AWAV untuk Marinir TNI, Ini Penawarannya

Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand Anutin Charnvirakul tiba di Indonesia./Istimewa\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA— Perdana Menteri (PM) Kerajaan Thailand, Anutin Charnvirakul, menawarkan penguatan kerja sama industri pertahanan dengan Indonesia, termasuk kesiapan negaranya memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi (Amphibious Wheeled Armoured Vehicle/AWAV) untuk Korps Marinir TNI Angkatan Laut.

Komitmen tersebut disampaikan Anutin saat menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Dalam sambutannya, Anutin menyampaikan apresiasi terhadap rekam jejak Presiden Prabowo di dunia militer.

Ia mengungkapkan para petinggi Angkatan Bersenjata Thailand memiliki penghormatan tinggi terhadap Prabowo, sehingga mereka ingin ikut serta dalam kunjungan kenegaraan tersebut.

"Saya pikir Anda telah memberikan perhatian yang sangat tinggi pada kerja sama pertahanan kita. Saya harus mengatakan bahwa sebelum saya melakukan perjalanan ke sini, ketika saya meminta para pejabat senior militer saya untuk memberi pengarahan kepada saya untuk kunjungan kita kali ini, Anda benar-benar seorang ikon militer dan banyak jenderal muda kami yang mengagumi kinerja Anda," ujar Anutin.

Menurut Anutin, penghormatan tersebut juga diwujudkan melalui pemberian medali kehormatan dari jajaran Angkatan Darat Thailand kepada Presiden Prabowo.

"Mereka semua bersumpah untuk menemani delegasi saya menemui Anda hari ini. Jadi saya telah membawa beberapa medali yang dengan sepenuh hati ingin diberikan oleh jenderal angkatan darat kami kepada Anda karena Anda adalah tokoh militer yang sangat mereka hormati," katanya.

Tawarkan 36 Kendaraan AWAV untuk Marinir TNI

Anutin menegaskan hubungan pertahanan Indonesia dan Thailand perlu terus diperkuat melalui berbagai kerja sama, mulai dari latihan militer bersama, pertukaran informasi, hingga penguatan keamanan maritim.

"Dengan persahabatan yang kuat dan hubungan pertahanan yang erat ini, angkatan bersenjata kita akan dengan senang hati melanjutkan latihan gabungan secara rutin, berbagi informasi, dan kerja sama keamanan maritim dengan angkatan bersenjata Indonesia," ujarnya.

Ia juga menyampaikan kegembiraannya mengetahui Prabowo pernah mengikuti latihan bersama pasukan khusus Thailand ketika masih bertugas di pasukan khusus Indonesia.

Selain itu, Anutin mengapresiasi penyelenggaraan High Level Committee (HLC) Sekretariat Bersama Indonesia-Thailand di Bangkok pada Februari 2026.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengusulkan perluasan kolaborasi di sektor industri pertahanan, termasuk penawaran pengadaan kendaraan tempur amfibi.

"Saya mengusulkan agar kita memperluas kerja sama di bidang industri pertahanan dan Thailand siap memasok 36 kendaraan lapis baja amfibi atau AWAV untuk Korps Marinir Indonesia. Model ini saat ini aktif dalam dinas di Korps Marinir Kerajaan Thailand dan saya sangat berterima kasih karena Anda memberi kami kesempatan ini agar produk kami digunakan di negara Anda," tuturnya.

Selain menawarkan 36 kendaraan AWAV, Anutin juga mengundang Indonesia berpartisipasi dalam Defense & Security Exhibition yang akan digelar di Thailand pada November tahun depan.

Menurutnya, pameran tersebut dapat menjadi wadah untuk memperluas kerja sama industri pertahanan kedua negara.

Di bidang keamanan, Anutin menyambut keikutsertaan Dewan Keamanan Nasional Thailand dalam Dialog Keamanan ke-3 yang akan diselenggarakan Indonesia pada bulan depan.

"Mengenai kerja sama keamanan, saya senang Dewan Keamanan Nasional Thailand akan berpartisipasi dalam dialog keamanan ketiga yang akan diselenggarakan Indonesia bulan depan," katanya.

Perkuat Kerja Sama Hadapi Kejahatan Lintas Negara

Pada kesempatan yang sama, Anutin juga menekankan pentingnya peningkatan koordinasi antara Indonesia dan Thailand dalam menghadapi berbagai bentuk kejahatan transnasional.

Menurutnya, kedua negara perlu memperkuat kerja sama untuk menangani kejahatan yang semakin kompleks, termasuk penipuan daring, perdagangan manusia, dan peredaran narkoba.

"Kedua negara kita harus meningkatkan kerja sama untuk memerangi kejahatan transnasional, khususnya penipuan online, perdagangan manusia, dan narkoba," ujar Anutin.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online