Kemenkes Siapkan Masker dan Oksigen untuk Warga Terdampak Karhutla

Akbar Evandio
Akbar Evandio Senin, 31 Agustus 2026 14:47 WIB
Kemenkes Siapkan Masker dan Oksigen untuk Warga Terdampak Karhutla

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin saat konferensi pers RAPBN & Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat (14/8/2026).Bisnis-Fanny Kusumawardhan\r\n\r\n

Harianjogja.com, JAKARTA—Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengirimkan ratusan ribu masker dan pasokan oksigen untuk mendukung penanganan gangguan kesehatan masyarakat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan asap karhutla.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah juga rutin menggelar rapat koordinasi untuk memantau sekaligus menangani dampak kesehatan akibat karhutla.

"Kita sudah kirim ratusan ribu masker dan oksigen-oksigen dan kita meeting rutin dipimpin dengan Pak Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia bagaimana penanggulangannya," kata Budi seusai menghadiri konferensi pers pengesahan program studi baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Penyelenggara Pendidikan Utama (RSPPU) Tahap I 2026 di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurut Budi, distribusi perlindungan pernapasan dan pasokan oksigen menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadapi potensi peningkatan gangguan kesehatan akibat asap karhutla.

Dampak Karhutla Dipantau Lintas Kementerian

Selain mendistribusikan masker dan oksigen, pemerintah terus melakukan koordinasi lintas kementerian untuk memastikan dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat dapat ditangani.

Budi mengatakan penanganan dampak kesehatan akibat bencana perlu dilakukan secara langsung di wilayah terdampak. Hal itu termasuk memastikan ketersediaan perlindungan pernapasan serta dukungan medis bagi masyarakat.

Budi juga menyarankan masyarakat maupun pihak yang ingin melihat langsung kondisi di lapangan untuk mengunjungi sejumlah wilayah terdampak.

"Saran saya teman-teman bisa ke sana dan bisa ke NTT, NTT banyak juga," ujarnya.

10,67 Juta Penduduk Terdampak Karhutla

Sebelumnya, pada Jumat (28/6/2026), Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono menyampaikan perkembangan penanganan dampak kesehatan karhutla dalam media briefing di Gedung Adhyatma, Lantai 5, Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta.

Berdasarkan Situation Report Kemenkes per 27 Agustus 2026, karhutla berdampak pada tujuh provinsi, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan.

Total penduduk yang terdampak mencapai 10.674.201 orang. Dari jumlah tersebut, tercatat 123 orang mengalami luka berat atau menjalani rawat inap, sedangkan 2 orang mengalami luka ringan atau menjalani rawat jalan.

Hingga laporan tersebut diperbarui, tidak tercatat korban meninggal maupun pengungsi.

“Karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat. Karena itu, kita perlu memastikan masyarakat terlindungi dan pelayanan kesehatan tetap siap,” ujar Prof. Dante.

Kasus ISPA Capai 13.449 Secara Kumulatif

Gangguan kesehatan yang paling banyak ditemukan berkaitan dengan saluran pernapasan. Data Kemenkes menunjukkan terdapat 4.082 kasus ISPA pada 27 Agustus 2026.

Secara kumulatif, jumlah kasus ISPA mencapai 13.449 kasus. Kasus tersebut dilaporkan dari 63 kabupaten/kota yang berada di tujuh provinsi terdampak karhutla.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Yudhi Kusdiyanto
Yudhi Kusdiyanto Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online